Sesal Istri

Oleh: Dahlan Iskan

Sesal Istri
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Sang ibu melapor: si anak tidak punya senjata api. Tapi begitu Jason tiba di depan pintu, si anak membuka pintu dan langsung menembakkan senjata Glock 45 (Disway 27/1/2022: Sesal Ibu).

Jumat pagi berikutnya jenazah Jason disemayamkan di gereja terkenal di New York: St Patrick. Upacara pemberangkatan ke makam dilakukan di Katedral yang dibangun tahun 1878 itu.

Sang istri memberikan pidato perpisahan.

"Kami berdua sebenarnya sudah merencanakan akan ke gereja ini untuk beribadah akhir tahun nanti. Mimpi buruk ini begitu nyata," katanyi.

Setelah emosinyi agak reda, Dominique melanjutkan bicara. Di hari penembakan itu, katanyi, dia merasa sangat bersalah. Dia bertengkar hebat dengan sang suami. Sampai-sampai sang suami membanting jersey bintang basket pujaannya, Lebron James.

Penyebab pertengkaran itu adalah: keinginan istri agar di saat berdua janganlah membawa HP dinas. Telepon itu sering mengempaskan harapan. Lagi asyik berdua sering ada tugas mendadak. Sang suami harus mendahulukan tugas. Jam kerja polisi adalah 24/7.

Begitu kerasnya pertengkaran itu sampai sang suami juga melemparkan borgol kepolisian ke arah sang istri. "Nih, ambil," kata sang suami seperti ngambek.

Pagi itu, Jumat pagi, mereka punya kegiatan rutin: nonton Netflix, YouTube soal hukum, dan membacakan email-email yang masuk. Lalu mereka berdua sarapan kesukaan dan minum kopi dari Starbucks. "Hobi kami hanya makan. Sampai berat badan kami naik," ujar Dominique.

Penyebab pertengkaran itu adalah: keinginan istri agar di saat berdua janganlah membawa HP dinas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News