Sintren yang Mistis Makin Terlupakan

Sintren yang Mistis Makin Terlupakan
Kesenian tradisional sintren yang dahulu sering ditampilkan di kawasan PAntura Jawa Barat dan Jawa Tengah. Foto: Radar Cirebon/JawaPos.com

Setiap penari terkena lemparan maka sintren akan jatuh pingsan. Pada saat itulah pawang dengan menggunakan mantra-mantra tertentu kedua tangan penari sintren diasapi dengan kemenyan dan diteruskannya dengan mengusap wajah penari sintren dengan tujuan agar roh bidadari datang lagi sehingga penari sintren itu dapat melanjutkan menari lagi.

Kemudian, penonton yang melemparkan uang tersebut diperbolehkan untuk menari dengan sintren. Itulah pelaksanaan dari pertunjukan kesenian sintren.

Kesenian sintren pada awal perkembang dipentaskan bersamaan datangnya musim panen maupun acara sedekah bumi di suatu desa.(din/ela/zul/JPG)


Perkembangan teknologi membuat kesenian tradisional makin terpinggirkan. Bahkan, banyak jenis kesenian tradisional yang terlupakan.


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News