Soal Dugaan Penggelembungan Suara PSI, Ketua KPU NTB Bilang Begini

Soal Dugaan Penggelembungan Suara PSI, Ketua KPU NTB Bilang Begini
Anggota KPU Kota Bima membuka kotak suara saat rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2024 tingkat Provinsi NTB di Mataram, NTB, Selasa (5/3/2024). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/Spt)

jpnn.com - MATARAM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Khuwailid angkat suara menanggapi dugaan penggelembungan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hasil Pemilu 2024.

Menurut Muhammad Khuwailid, pihaknya hingga saat ini tidak menemukan adanya penggelembungan suara untuk PSI.

Dia mengatakan hal tersebut di sela-sela Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Provinsi NTB dan Penetapan Perolehan Suara Anggota DPRD Provinsi NTB Pemilu 2024 di Mataram, Selasa (5/3).

"Belum ada di NTB (temuan penggelembungan suara untuk PSI)," ujar Khuwailid.

Khuwailid juga mengatakan belum mencermati dugaan penggelembungan suara PSI karena masih memusatkan perhatian pada rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara.

"Kami masih konsentrasi pada rapat pleno provinsi," ucapnya.

Meski demikian, Khuwailid menegaskan hasil penghitungan suara sudah terekam dalam aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) sehingga jika terjadi perubahan data akan terbaca.

Hal itu karena ada jejak digital yang tercatat dalam aplikasi Sirekap.

Ketua KPU Nusa Tenggara Barat (NTB) angkat suara terkait dugaan penggelembungan suara PSI, dia bilang begini.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News