Soal Makar, Pengamat: Pernyataan Makar Kapolri Wajar dan Profesional

Soal Makar, Pengamat: Pernyataan Makar Kapolri Wajar dan Profesional
Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. FOTO: Dok. Puspen TNI

Disisi lain suara untuk kembali ke UUD 1945 asli terus menggema. Berbekal pengalaman kejatuhan Soeharto, Gus Dur apa saja bisa terjadi.

"Semua bisa terjadi karena pelaku masih ada ada didalam maupun diluar sistem," ujar Ketua Komite Pertimbangan Indonesian  Human Rights Committee for Social Justice (IHCS) ini.

Ia mengingatkan kepada seluruh elemen prodemokrasi bahwa kemajuan demokrasi saat ini tidaklah gratis. Bahwa ada kekurangan disana sini ia melihat adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

"Demokrasi tidak bisa di drive Pemerintah, namun masyarakat juga perlu mengembangkan respek, baru transisi namanya," ujarnya.

Untuk itu, dalam rangka menjaga transisi demokrasi, gunawan memandang perlu adanya konsolidasi demokratik melalui gerakan nasional menjaga demokrasi dan melanjutkan agenda kerakyatan.(fri/jpnn)


JAKARTA - Silang pendapat dan beda persepsi atas rencana aksi 2 Desember terus berlanjut. Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengaku tidak mendengar


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News