Soroti Ketidaknetralan, Pakar Sebut Paslon Ini Khawatir Tidak Menang di Pilpres 2024

Soroti Ketidaknetralan, Pakar Sebut Paslon Ini Khawatir Tidak Menang di Pilpres 2024
Pemilu 2024. Foto ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

Kondisi dan situasi saat ini dinilai sudah melanggar prinsip pemilu. "Jadi, ini sudah tidak jurdil. Paslon 02 benar-benar memanfaatkan struktur birokrasinya, program-program pemerintah, kelihatan banget, kalang kabut,” kata Ridho.

Ridho menilai paslon 02 kalah dalam hal positif dibandingkan paslon lain. Prabowo berulang kali kalah dalam kontestasi pemilihan presiden dan dinilai tidak banyak berbuat selama menjadi Menhan RI, sedangkan Gibran dinilai sebagai buah dari pelanggaran etik.

"Sehingga enggak ada yang bisa dipertaruhkan dari paslon 02 ini. Dalam banyak kesempatan, terutama debat capres, tidak ada yang bisa diandalkan konsep-konsepnya, malah joget-joget, politik santuy dan lain sebagainya,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Ridho menyerukan agar publik juga turut mengambil sikap.

"Mari rakyat, masyarakat luas, kita Kawal benar-benar, menjadi pemilih kritis, menjadi pemilih yang berani melawan kecurangan. Karena jelas di berbagai daerah paslon 02 ini memanfaatkan struktur birokrasi. Termasuk presidennya yang benar-benar memanfaatkan, memolitisasi sumber daya dan program-program pemerintah," pungkasnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Hukum TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Todung Mulya Lubis menduga ada konspirasi yang dirancang untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming. Salah satunya, maraknya aksi pelanggaran netralitas ASN di berbagai daerah.

“Ini juga ya, satu kecurangan yang sangat telanjang di depan mata kita dan tidak bisa dibenarkan sama sekali,” ujar Todung.

Tegur Presiden

Pakar ilmu politik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ridho Al Hamdi menyoroti pelanggaran pemilu, ketidaknetralan ASN dan politisasi bansos.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News