JPNN.com

Sri Mulyani Ubah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2020, Makin Tidak Sedap

Selasa, 01 September 2020 – 18:54 WIB
Sri Mulyani Ubah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2020, Makin Tidak Sedap - JPNN.com
Sri Mulyani. Foto: Fathra Nazrul Islam/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengubah forecast pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2020. Sebelumnya, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini bakal berada di kisaran -0,4 hingga 2,3 persen.

Menurut mantan petinggi Bank Dunia yang karib disapa Ani itu forecast sebelumnya dibuat berdasarkan data Maret-April. Namun, kondisi perekonomian terbaru membuat pemerintah mengubah forecast tersebut. 

“Berdasarkan data Juli, Agustus, kami perkirakan pertumbuhan ekonomi 2020 akan lebih rendah dari perkiraan Maret, April, lalu. Yaitu 2020 ini kami perkirakan range -1,1 persen hingga 0,2 persen. Jadi, hanya mendekati nol,” kata dia saat rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Selasa (1/9).

Ani menjelaskan, berbagai lembaga internasional juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020. Menurut dia, Asian Development Bank (ADB) awalnya memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2002  2,5 persen.

Berdasarkan revisi terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi ADB -1,0 persen. International Monetary Fund (IMF) juga demikian. Ketika April 2020 lalu, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 adalah 0,5 persen.

Namun, perubahan proyeksi terakhir adalah -0,3 persen. World Bank, juga demikian. Awalnya memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia -3,5 persen sampai 2,1 persen. Revisi proyeksi terakhir dari World Bank adalah nol persen.

OECD atau Organisation for Economic Co-operation and Development awalnya memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,8 persen. Namun, berdasarkan revisi terakhir mereka memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia -3,9 persen sampai -2,8 persen.

“Ini yang menggambarkan keseluruhan proyeksi ekonomi dari semua lembaga, dan forecast-nya sangat belum stabil karena tergantung asumsi skenario pandemi dan normalisasi kegiatan ekonomi di semua negara,” kata Ani.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil