Sumpah Pemuda Dibungkus Nusantara Berdendang di Istana

Sumpah Pemuda Dibungkus Nusantara Berdendang di Istana
Arief Yahya. Foto: JPNN

Wayang Ajen yang dimainkan Ki Dalang Wawan Ajen dari Jawa Barat juga tampil memukau di Kompleks Istana Merdeka Jakarta, Jumat (28/8) malam. Kreasi kreatif Wayang Ajen yang memadukan Wayang Landung Ciamis, Bebegig Ciamis, Wayang Orang Bandung serta transformasi wayang kulit dalam wayang pulo Jogjakarta, membuat sekitar 5000 penonton yang hadir di Istana Merdeka, Jakarta, memberikan applaus.

Sejumlah menteri Kabinet Kerja, Wapres Jusuf Kalla hingga Presiden Jokowi ikut terkesima. Semua seperti dibuat penasaran dengan penampilan wayang yang sudah diakui UNESCO sejak 2010 tersebut. Wayang yang disupport Kemenpar RI itu terasa sangat spektakuler.

Keberagaman yang menjadi jati diri bangsa Indonesia sukses dipertontonkan pada perhelatan yang diberi tajuk 'Nusantara Berdendang' itu.

Ada banyak dalang dan jenis wayang yang tampil bareng dalam satu panggung. Dari Ciamis, ada Wayang Landung dan Bebegig. Dari Bandung, ada Wayang Orang yang ikut dirangkul.

Dan dari Jogjakarta, ada transformasi wayang kulit yang divisualkan dalam bentuk wayang pulo. Bagaikan music orchestra, semua dalang yang memainkan aneka jenis wayang tadi, bisa menyatu dengan apik di bawah komando Wayang Ajen.

Lantas apa sih warna yang ditampilkan di atas satu panggung utama, dua panggung musik dan satu panggung untuk wayang dan paduan suara itu? Kenapa juga ribuan masuarakat dan sejumlah tokoh-tokoh penting di negeri ini sampai tertegun?

Magnetnya tidak hanya satu. Dari  sisi durasi, kolaborasi jenis wayang itu hanya diberi waktu 7 menit. Waktu 10 menit yang sempat diberikan di awal latihan dikompres lagi lantaran banyak atraksi yang dihadirkan hingga pukul 21.50WIB itu. "Saya pernah tampil 58 detik. Ketatnya durasi  sudah bukan barang baru bagi wayang ajen," tutur  Wawan Gunawan, dalang wayang ajen, Jumat (28/8) malam.

Hal istimewa lainnya? Ada di teknik. Jumat malam, penampilan Wayang Ajen di Istana Kepresidenan Republik Indonesia itu benar-benar ‘wow’. Sajian musiknya tergolong tak biasa. Nuansanya Indonesia banget! Hampir semua wilayah di Nusantara dimasukkan ke dalamnya.

JAKARTA – Suasana Istana Merdeka Jakarta, 28 Oktober 2016 itu sangat beda. Halaman yang biasanya terkesan sepi manusia, hanya terlihat sosok

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News