Jumat, 24 November 2017 – 20:15 WIB

Tagihan Listrik Naik 100 Persen, Warga Menjerit

Senin, 12 Juni 2017 – 00:59 WIB
Tagihan Listrik Naik 100 Persen, Warga Menjerit - JPNN.COM

jpnn.com, PADANG - Kebijakan pemerintah mencabut subsidi listrik pelanggan 900 VA dampaknya mulai dirasakan masyarakat.

Pasalnya, tagihan listrik mereka membengkak hingga dua kali lipat. Ini membuat beban ekonomi merek pun menjadi bertambah.

”Ya, kami cukup kecewa dengan pemerintah yang tega mencabut subsidi listrik. Tentunya, dengan dikurangi subsidi listrik ini, otomatis biaya yang kami keluarkan untuk membayar listrik menjadi membengkak. Tempat rental playstation saya ini menggunakan listrik yang 900 VA. Sebelum kenaikan, token listrik yang Rp 50.000 tahan hingga 6 sampai 7 hari. Sekarang setelah subsidi dikurangi, token Rp 50.000 itu hanya tahan 3 hari. Berarti Rp 100.000 selama satu mingggu. Pemakaian sebesar itu hanya untuk menghidupi lima unit perangkat Playstation,” ujar Mega Suci Ermaputri, 26, pemilik rental playstation di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Lubukbuaya, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumbar, kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group), kemarin (11/6).

Akibat pengurangan subsidi tersebut, sambung Suci, ia tidak bisa berbuat banyak dan hanya pasrah terhadap kebijakan pemerintah.

”Kalau biaya rental PS ini, kami naikkan rasanya tidak bisa. Karena banyak tempat rental yang lain tidak berani menaikkan. Kami takut para konsumen kami kabur,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Andriyani, 36, pemilik rental komputer yang beralamat di dekat SMAN 8, Kelurahan Batipuh, Kecamatan Kototangah.

”Biasanya token listrik yang isi Rp 100.000 bisa tahan 20 hari. Setelah subsidi dikurangi, token Rp 100.000 itu hanya tahan 10 hari. Akhirnya, kami terpaksa melakukan penghematan dengan menggunakan listrik seperlunya saja,” ucapnya.

Begitu juga yang dialami Muhamad Farul, 36, pemilik tempat fotokopi yang berada di depan SMPN 34 Padang.

SHARES
loading...
loading...
Komentar