Tak Hanya Australia, Inilah Negara Lain yang Bermasalah Dengan Hari Nasional

Tak Hanya Australia, Inilah Negara Lain yang Bermasalah Dengan Hari Nasional
Banyak warga dengan darah Aborigin dan Torres Strait Island melihat 26 January sebagai

"Hanya sebagian kecil dari warga Amerika modern yang terwakili dan masih ada semangat patriotisme yang berasal dari penentangan pemerintahan Inggris," kata Profesor Liu.

"Misalnya, penduduk asli Amerika Serikat yang merupakan minoritas demografis, tidak terlihat dalam sejarah penetapan hari nasional."

Kanada

Tak Hanya Australia, Inilah Negara Lain yang Bermasalah Dengan Hari Nasional Photo: Sebelumnya perayaan Saint-Jean Baptiste yang dilakukan di Provinsi Quebec lebih dianggap sebagai sebuah gerakan separatis. (Getty: Steve Liss/The LIFE Images Collection)

 

'Canada Day' memperingati kejadian 1 Juli 1867 ketika tiga koloni Inggris di kawasan Amerika Utara bersatu untuk membentuk satu kekuasaan yang disebut Kanada.

Hari dimana penyatuan koloni, seperti halnya federasi Australia, menjadi hari libur nasional sejak 1982, yang biasanya diramaikan parade, karnaval, hingga konser.

Seperti di Selandia Baru, Hari Kanada juga berupaya untuk melakukan rekonsiliasi, terutama di Provinsi Quebec, yang masih menggunakan bahasa Perancis.

"Hubungan, baik dalam konflik dan rekonsiliasi, antara Kanada yang berbahasa Perancis dan Inggris menjadi identitas mereka, kata Profesor Liu.

Tetapi tradisi 'Canada Day' tidak sepenuhnya diterima oleh orang-orang Kanada Perancis di Quebec, yang sebaliknya dengan semangat patriotisme mereka lebih merayakannya pada akhir bulan Juni."

'Australia Day', jatuh tanggal 26 Januari, dirayakan untuk memperingati pendaratan pertama kalinya bangsa Inggris di Sydney

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News