Tak Minta Otonomi Khusus

Desak DAK Pembangunan Kawasan Perbatasan Dicairkan

Tak Minta Otonomi Khusus
Tak Minta Otonomi Khusus
Sebelumnya, saat bicara dalam  Koordinasi dan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Desa Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Kutai Barat, Selasa (10/7), Adri mengatakan, perlu dua pendekatan dalam pembangunan kawasan perbatasan. Yakni, menggunakan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan menyangkut perekonomian warga hingga akses infrastruktur yang memadai.

 

Diketahui, perbatasan Kaltim ada di tiga kabupeten, 15 kecamatan, dan 225 desa. Panjangnya 1.038 kilometer, yang sebagian besar berbatasan dengan Serawak, 700 kilometer. Sisanya berbatasan dengan Sabah.

Menurut Adri, pihaknya sudah menginventarisasi program pembangunan kawasan perbatasan dari instansi terkait. Untuk jalan, setidaknya sudah ada 21 rencana proyek untuk membuka keterisolasian warga di perbatasan. Sebagian besar masih berupa rencana, tapi ada juga proyek yang dalam tahap pengerjaan. Seperti, ruas dari Malinau-Mentarang-Paking-Long Bawan-Long Midang-batas negera Sabah di Long Pasia dan Ba’kelalan di Serawak. Total ruas tersebut ada  120 kilometer. 

Selain itu, ada juga rencana pembangunan jembatan rangka baja di Sungai Mahak-Sungai Boh, jembatang gantung di Nawang Baru, dan jembatan Tinabasan, Nunukan. Juga ada rencana peningkatan lapangan terbang. Di antaranya, penambahan landasan pacu Bandara Long Ampung, Datah Dawai, Yuvai Semaring, dan Long Nawang. (far)


SAMARINDA - Pemerintah Pusat diminta segera merealisasikan dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan kawasan perbatasan. Khususnya infrastruktur.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News