Teater SBY Alot Tapi Pasti

Teater SBY Alot Tapi Pasti
Teater SBY Alot Tapi Pasti
MUNGKIN, karena engkau terlalu banyak menonton film televisi di layar kaca, kemudian kecewa mendengar jawaban Presiden Yudhoyono alias SBY kepada rakyat Indonesia, Senin malam (23/11) lalu. Penjelasan Presiden terhadap kasus Bibit dan Chandra, dua pimpinan non-aktif KPK yang gempar itu, tak berlanjut ke meja hijau, tanpa melalui orasi yang dahsyat menggebu-gebu. Bahkan berlangsung datar.

Skenario film yang mendebarkan, memang apabila plot cerita bagai perahu yang meluncur di sungai. Engkau menunggu apakah perahu itu hanyut ke air terjun di depan sana, atau menepi sehingga selamat? Ternyata tak ada klimaks macam itu. Engkau kecewa dan pulang dengan tangan di saku sedemikian sebalnya.

Engkau sampai lupa bahwa pidato presiden 20 menit itu disampaikan tanpa teks. Uraian SBY sistematis, dan tentu saja secara general walau tetap menggaris-bawahi bahwa ia mengintruksikan kepada Kapolri dan Jaksa Agung bahwa kasus Bibit dan Chandra tak perlu bergulir ke meja hijau.

Tentu saja, kepolisian dan kejaksaan-lah yang menghentikan penyidikan atau penuntutan kasus itu sesuai KUHAP. Bukan presiden.

MUNGKIN, karena engkau terlalu banyak menonton film televisi di layar kaca, kemudian kecewa mendengar jawaban Presiden Yudhoyono alias SBY kepada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News