Teflon Luhut

Oleh: Dahlan Iskan

Teflon Luhut
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Boleh dikata nikel adalah kisah sukses pertama hilirisasi hasil bumi Indonesia.

Baca Juga:

Memang UU yang melarang ekspor bahan mentah dilahirkan di zaman SBY. Pun peraturan pelaksanaannya. Tetapi era Presiden Jokowi-lah yang berhasil memaksakan hilirisasi itu terjadi.

Saya ingat pertemuan kami bertiga: Menteri Perindustrian Mohamad S. Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan satu menteri lagi tadi.

Kami membahas batas waktu yang hampir habis dari UU tersebut. Tinggal beberapa bulan. Harus dilaksanakan.

UU memang memberi kelonggaran waktu 2 tahun. Artinya waktu yang diberikan hampir habis. Bisnis nikel belum ada yang siap. Belum satu pun pabrik smelter jadi. Ini mau diapakan.

Kami hanya bertiga. Tidak saling membawa staf. Kami bertiga satu ide: tidak boleh ada kelonggaran. Tidak boleh ada dispensasi. Hilirisasi harus terlaksana. Tidak akan ada perpanjangan.

Heboh. Tidak mungkin. Mana bisa membangun smelter baru dalam 6 bulan.

Para pengusaha minta dispensasi: agar tetap boleh ekspor tanah-air berisi nikel. Termasuk BUMN seperti PT Antam.

Luhut telah menjadi sosok pemimpin yang tegas, tahan banting, ngotot, tidak mudah goyah –yang dalam kamus politik bisa disebut sosok seperti teflon.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News