Terjebak Dalam Kebakaran, Ayah Tewas, Dua Anaknya Sekarat

Terjebak Dalam Kebakaran, Ayah Tewas, Dua Anaknya Sekarat
Petugas pemadam bersama PMI mengevakuasi penghuni rumah toko, Albert (kanan bawah), yang terjebak di lantai dua rumahnya saat terjadi kebakaran di Jalan Bogor Medan, Kamis (12/10). Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS

Untuk menjinakkan si jago merah, petugas pemadam kebaran menerjunkan sebanyak 18 unit armada. Setelah bersusah payah selama dua jam memadamkan titik api yang berkobar, patugas Damkar akhirnya berhasil mengevakuasi Albert Einstein Soedidjo dan Alfred Nobel Soedidjo dari lantai dua.

Sedangkan ayah mereka, Soelaiman Soedidjo dievakuasi dalam kondisi gosong dalam kantong mayat. Dia tewas terpanggang setelah terkunci di salah satu kamar karena diduga tertidur di lantai tiga saat peristiwa terjadi.

Meski selamat, Albert dan adiknya Alfred mengalamai luka bakar serius dan tak sadarkan diri. Mereka dibawa ke rumah sakit RS Permata Bunda dalam keadaan kritis.

“Api diduga berasal dari lantai 1, kemudian naik ke lantai 2 dan membakar hingga lantai 3 yang diduga sebagai gudang,” ucap petugas Dinas Pemadaman Kebaran Kota Medan, Huddin Hasibuan di lokasi kejadian.

Dia mengatakan, petugas cukup kewalahan karena harus membongkar teralis besi di lantai 2 dan lantai tiga. “Lokasinya juga sulit dijangkau. Dua orang kita evakuasi dari lantai 2. Kondisinya mengalami luka bakar 75 persen,” ucap Huddin.

Manajer Pusdalops BPBD Medan, M Yunus menyebutkan, korban yang tewas terbakar di lantai tiga kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan.

Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Tobing yang ditemui di lokasi kejadian menyebutkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi kobaran api dan kepulan asap tebal pertama kali diketahui berasal dari lantai dua bangunan yang merupakan tempat sembahyang dan pembakaran dupa.

“Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang merupakan warga sekitar lokasi, kobaran api pertama kali terlihat di lantai dua gedung. Di lantai dua itu ada tempat sembahyang yang biasanya dipakai untuk membakar dupa, ” sebut Martuasah, kemarin pagi.

Soedidjo dan dua anaknya terjebak di dalam rumah toko (Ruko) berlantai tiga, saat api membakar ruko tersebut, Kamis (12/10) pagi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News