Ternyata Ini Strategi Khofifah Pulihkan Perekonomian Jatim yang Sempat Minus

Ternyata Ini Strategi Khofifah Pulihkan Perekonomian Jatim yang Sempat Minus
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) memantau stok beras di Gudang Bulog Jatim, Sidoarjo, Jatim, Selasa (13/9/2023). ANTARA/HO-Biro Adpim Jatim

jpnn.com, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengungkap sejumlah strategi yang dijalankannya dalam pemulihan perekonomian di provinsi itu.

Khofifah mengatakan perekonomian Jatim sempat turun drastis hingga minus 2,36 persen akibat pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah, dengan beberapa strategi, perekonomian Jatim saat ini telah berada di posisi 5,24 persen dan itu melebihi rata-rata ekonomi nasional," kata Khofifah melalui keterangan tertulis di Surabaya, Jatim, Kamis (13/9).

Mantan Menteri Sosial RI itu menjelaskan pemulihan perekonomian Jatim salah satunya terdongkrak melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, melakukan pengembangan serta pendampingan hilirisasi pertanian tidak hanya di sektor produksi, tetapi juga penanganan pascapanen.

"Sehingga bisa meningkatkan nilai tambah," ujar ketua umum Muslimat NU tersebut.

Kemudian, Khofifah menyebut Pemprov Jatim menjadikan pelayanan dasar masyarakat di Jatim menjadi prioritas utama.

"Kami ingin seluruh pemenuhan layanan dasar masyarakat bisa tercukupi, sehingga saat anggaran minimal di bidang kesehatan 10 persen, Pemerintah Provinsi Jatim menganggarkan sebesar 16 persen," katanya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkap strateginya memulihkan perekonomian Jatim yang sempat minus. Kini melampaui rerata ekonomi nasional.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News