Terpaksa Mandikan Jenazah dengan Air Hujan

Terpaksa Mandikan Jenazah dengan Air Hujan
PDAM. Foto: JPG

Sebab, sewaktu-waktu aliran air PDAM bisa mati karena faktor listrik padam atau perbaikan.

Namun, pembangunan tandon tersebut dinilai sangat membebani warga.

Selain membangun tandon, warga harus membeli pompa air. Tagihan listrik pun ikut membengkak.

Dirut PDAM Mujiaman Sukirno baru dilantik Juni lalu. Dia sudah menganggap aturan tersebut tidak perlu diterapkan.

"Jangan khawatir. Saya hapus," ujar alumnus Teknik Kimia ITS tersebut.

Mujiaman telah diberi mandat oleh Wali Kota Tri Rismaharini untuk menuntaskan masalah tersebut.

Dalam satu tahun masa jabatannya, dia harus memenuhi hak dasar atas air 3 juta warga Surabaya. (sal/gal/roh/c7/dos/jpnn)


Berita Selanjutnya:
Air Kali Nanti Bisa Diminum

Di kota sebesar Surabaya masih ada warga yang kekurangan persediaan air bersih


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News