JPNN.com

Tetap Beroperasi, KPK Yakini Akan Ada Aksi Penyelamatan oleh Jokowi

Senin, 16 September 2019 – 12:42 WIB Tetap Beroperasi, KPK Yakini Akan Ada Aksi Penyelamatan oleh Jokowi - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan klarifikasi mengenahi komisionernya yang menyerahkan mandat operasional lembaga antirasuah itu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu laly. Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, komisi yang kini dipimpin Agus Rahardjo itu tetap bekerja seperti biasa hingga ada tindakan penyelamatan oleh Presiden Jokowi.

Febri mengatakan, KPK sangat memahami kekhawatiran banyak pihak bahwa komiai yang telah eksis sejak 2003 itu akan berhenti bekerja. Menurutnya, KPK telah menerima banyak masukan secara langsung ataupun melalui pemberitaan di media.

“Di tengah berbagai serangan pada KPK akhir-akhir ini, kami akan tetap berupaya menjalankan tugas sebaik-baiknya. Meski tidak mudah, tetapi hal tersebut kami sadari sebagai amanat yang harus dijalankan," kata Febri di Jakarta, Senin (16/9).

Lebih lanjut Febri menjelaskan, penyerahan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Jokowi didasari pemahaman bahwa presiden merupakan pemimpin tertinggi dalam penyelenggaraan negara, termasuk soal pemberantasan korupsi. Meski demikian mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu menegaskan, tugas KPK melayani masyarakat harus tetap berjalan.

Menurut Febri, pelaksanaan tugas-tugas KPK tidak boleh berhenti saat para pelaku korupsi masih berkeliaran. ”Dalam posisi presiden sebagai kepala negara itulah KPK menyerahkan nasib lembaga ini ke depan pada presiden," kata dia.

Oleh karena itu, kata Febri, KPK menunggu langkah signifikan dari Presiden Jokowi untuk menyelesaikan semua polemik yang berkembang. Sebab, upaya pemberantasan korupsi di mana pun tak akan berhasil tanpa ada komitmen dari kepala negaranya.

"Kami semua berharap, di Indonesia, upaya pemberantasan korupsi tetap berjalan lurus. Hal ini hanya bisa dilakukan jika ada komitmen kuat kita semua,” tegasnya.

Febri menambahkan, tidak berlebihan jika KPK dan masyarakat yang peduli pada pemberantasan korupsi menggugah pada pemimpin dan menitipkan harapan tentang penyelamatan upaya memerangi koruptot. “Dalam konteks itulah KPK menyerahkan nasib KPK pada presiden selaku kepala negara," kata Febri.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...