Sabtu, 24 Agustus 2019 – 05:11 WIB

Tinggalkan Properti, Lirik CPO

Senin, 22 November 2010 – 16:26 WIB
Tinggalkan Properti, Lirik CPO - JPNN.COM

JAKARTA - Dunia properti pada masa-masa mendatang diprediksi kurang menjanjikan. Khusus pada edisi 2011, industri perumahan tersebut bakal mengalami banyak hambatan. Hal tersebut terjadi karena beberapa ganjalan yang belum beres macam regulasi kepemilikan yang masih tarik ulur.

Santer beredar kabar tidak sedikit perusahaan properti yang akan hengkang. Mereka hengkang dengan alasan utama masih belum jelasnya regulasi soal kepemilikan. Di samping itu, masalah pelik pembebasan lahan juga tidak kalah rumit hingga menimbulkan biaya mahal. Selain itu, dunia percaloan juga ikut menyumbang melambungnya harga tanah.

Tidak mau pusing dengan fakta itu, pelaku properti mencoba peruntungan dari sektor lain. Sektor yang lumayan seksi pada tahun mendatang dan menjadi incaran adalah industri minyak sawit mentah alias Crude Palm Oil (CPO). Sektor baru itu dinilai lebih menjanjikan keuntungan berlipat dan lebih aman meski tak jarang diterpa isu lingkungan. "Setidaknya ada empat perusahaan property dengan nilai proyek triliun rupiah bakal mengaiz keuntungan dari sektor CPO," ungkap Haryajid Ramelan, ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), di Jakarta baru-baru ini.

Haryajid menjelaskan, return dari sektor CPO diprediksi lebih prospekstif. Kalau dari sektor property hanya berada dikisaran 20-30 persen, maka untuk sektor CPO bisa mencapai level 50 persen. Potensi inilah yang menjadi pertimbangan perusahaan properti melirik CPO. "Indonesia kan kaya akan CPO masak kalah dengan Malaysia. Jadi, semangatnya bukan sebatas return lebih besar tetapi bagaimana sektor tersebut tidak dikuasai Malaysia," imbuhnya.

Haryajid menambahkan memang hingga saat ini, keempat perusahaan itu tengah memproses asset property apakah dilepas atau dititipkan. Setelah itu sukses dilakukan, maka mereka akan fokus menggarap. Selanjutnya, mereka akan melakukan listing di bursa efek Indonesia (BEI). Hanya sayangnya, ketika didesak jatidiri empat perusahaan itu, Haryajid menolak membocorkannya. "Belum boleh didisclosed," elaknya.

"Memang cukup beralasan kalau sektor CPO cukup menarik perhatian. Sebab, lahan luas di Indonesia sangat potensial bagi pengembangan sektor CPO. Ini bakal menjadi lahan baru untuk mengeruk keuntungan bisnis dibanding properti yang pelakunya sudah bertebaran dimana-mana," tambah Gema Merdeka Goeyardi, analis UOB Kay Hian Securities. (far/ito/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar