Tol Bali Mandara Dilengkapi Alat Pengukur Kecepatan Angin Berbasis IoT

Tol Bali Mandara Dilengkapi Alat Pengukur Kecepatan Angin Berbasis IoT
Jalan Tol Bali Mandara yang beroperasi sejak 2013. Foto: Kementerian PUPR

jpnn.com, DENPASAR - Direktur Keuangan PT Jasa Marga Bali Tol I Gusti Putu Arya Budhi Astawa mengatakan Tol Bali-Mandara yang dibangun di atas laut ini telah dipasang alat pengukur kecepatan angin berupa anemometer berbasis Internet of Things (IoT).

Saat kecepatan angin mencapai 40 kilometer per jam, alat akan mulai mengeluarkan warning.

"Jika kecepatan angin melebihi 60 kilometer per jam, jalur motor ditutup sementara guna menghindari resiko kecelakaan. Apabila sudah melebihi 80 kilometer per jam, jalur mobil juga ikut ditutup," ungkap Arya melalui keterangan tertulisnya yang diterima JPNN.com, Senin (25/10).

Tol ini juga dilengkapi 50 CCTV serta panel listrik berbasis IoT yang bertujuan untuk memonitoring kondisi listrik (arus, tegangan, penggunaan daya, penyebab pemadaman listrik).

"Selaku pengelola, kami juga berupaya menerapkan green energy melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di jalur motor yang saat ini masih dalam kajian bisnis," tutur Arya.

Sebagai informasi, Kementerian PUPR sedang melakukan penilaian terhadap seluruh ruas tol di Indonesia.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan jalan tol.

"Kami meyakini dengan lingkungan jalan tol yang lebih baik akan berkontribusi terhadap kenyamanan dan keselamatan dalam mengemudi di jalan tol, khususnya tidak hanya jalannya tetapi juga rest area-nya," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan.

Kementerian PUPR sedang melakukan penilaian untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan jalan tol. Salah satu yang dinilai Tol Bali Mandara