Tolak Dinasti Politik, BEM UIN Palembang Ingin Pemimpin Prodemokrasi

Tolak Dinasti Politik, BEM UIN Palembang Ingin Pemimpin Prodemokrasi
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (BEM UIN) Raden Fatah Palembang menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah merusak demokrasi Indonesia. Ilustrasi Foto: Ryana Aryadita/JPNN.com

"Proses demokrasi yang ada di negara ini sudah dihancurkan oleh kepala negara itu sendiri, dan dampaknya sangat besar. Mahasiswa dan rakyat sudah tidak percaya lagi terhadap demokrasi yang ada di negara ini," tegasnya.

BEM UIN Palembang juga menyesalkan sikap penguasa yang tidak netral dan sangat terlihat berat sebelah dengan memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024 mendatang.

"Sudah menjadi rahasia umum, ini bukan lagi indikasi tetapi ini sudah real bahwa Jokowi sudah mencederai dan mengotak-atik demokrasi dan negara ini dengan ikut terlibat di Pemilu 2024," terangnya.

Yoga mengungkapkan hari ini mahasiswa sudah melek akan politik dan tidak mudah tertipu.

Dia menegaskan sisa-sisa waktu mendekati pemilu ini, BEM UIN Palembang akan konsisten mengawal proses demokrasi sampai pada puncak terpilihnya presiden dan wakil presiden yang bersih tanpa cacat hukum. (tan/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


BEM UIN Palembang menolak keras praktik politik dinasti yang dilakukan Presiden Jokowi yang belakangan marak diperbincangkan khalayak.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News