Tolong Jangan Impor Cabai, Biarkan Petani Menikmati Hasil Panennya

Tolong Jangan Impor Cabai, Biarkan Petani Menikmati Hasil Panennya
Seorang petani membawa cabai merah saat panen di areal persawahan Kronggahan, Trihanggo, Sleman, Senin (1/6). FOTO: ANTARA/Wahyu Putro A/Koz/ama/09

Harganya sempat menyentuh 3.000 hingga 5.000 rupiah per kilogram. Anjloknya harga cabai membuat petani bahkan membuang hasil panen mereka di jalanan.

"Kalau sekarang itu ya biarkanlah enggak apa-apa, sebulan dua bulan. Biar petani itu senang dapat duit agak banyak," tambahnya.

Meski harga cabai sedang tinggi, Harri sebagai pedagang meminta pemerintah untuk tak mengimpor dari luar negeri. Dia ingin pemerintah pusat maupun daerah bersabar, dan memberi waktu bagi petani agar makmur.

"Ndak usah ada impor. Toh satu bulan lagi juga murah. Karena dari Jawa Tengah dan Madura mulai panen. Insyaallah turun lagi," katanya. (ngopibareng/jpnn)

Pedagang minta pemerintah tidak mengimpor cabai dan membiarkan petani merasakan hasil kerja mereka dari panen.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News