Tolong, Jangan Sebut Bom Sarinah

Tolong, Jangan Sebut Bom Sarinah
Direktur Utama Sarinah Ira Puspadewi (batik cokelat). Foto: Yessy Artada/JPNN.com

jpnn.com - LEDAKAN bom di kawasan Thamrin, Jakarta pada Kamis (14/1) masih menyisakan beragam ketegangan, khususnya bagi warga Jakarta. Tak terkecuali bagi Direktur Utama Sarinah, Ira Puspadewi. Wanita berhijab ini bahkan menyaksikan secara langsung aksi keji para pelaku ledakan bom.

Tak sedikit pihak yang harus menanggung kerugian dari insiden tersebut. Ira merasa keberatan bila banyak yang menyebut ledakan bom Sarinah. Mengingat gedung yang dikelolanya tidak ada ledakan bom sama sekali.

Saat ledakan bom terjadi apa saja yang dia saksikan? Lalu berapa besar kerugian yang diderita perseroan? Bagaimana nasib ratusan para karyawannya? Berikut petikan wawancara reporter JPNN, Yessy Artada dengan Ira Puspadewi.

Saat ledakan terjadi ibu sedang berada di mana?

Saya ada di ruangan saya saat itu, di lantai 10.

Apa mendengar dan menyaksikan langsung ledakan bom tersebut?

Saya menyaksikan langsung kejadian itu karena saya secara tidak langsung menjadi CCTV. Itu karena saya ada di lantai 10 dan ruangan saya itu punya jendela yang paling lebar. Jadi saya bisa melihat dengan jelas. Kaget yang pasti karena saya belum pernah lihat kejadian seperti itu sebelumnya.

Apa yang ibu lihat saat kejadian itu?

LEDAKAN bom di kawasan Thamrin, Jakarta pada Kamis (14/1) masih menyisakan beragam ketegangan, khususnya bagi warga Jakarta. Tak terkecuali bagi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News