Topan Earl Bukan yang Terakhir

Topan Earl Bukan yang Terakhir
Topan Earl Bukan yang Terakhir
FLORIDA - Angin topan Earl yang bertiup dari Samudra Atlantik, merupakan badai besar kedua dalam musim badai Atlantik tahun ini. Sebelumnya, angin topan Alex telah lebih dulu menyapu Semenanjung Yukatan dan Teluk Meksiko. Diperkirakan sampai 30 November nanti, Atlantik masih melahirkan beberapa badai dan angin topan. Skalanya pun bermacam-macam.

Menurut Richard Black, jurnalis lingkungan BBC, musim badai Atlantik kali ini menghasilkan lebih banyak angin topan daripada periode 1.000 tahun sebelumnya. Bahkan, Jurnal Nature menyebut musim badai kali ini sebagai yang paling produktif. Mengapa demikian?

"Fenomena ini sedang hangat dibicarakan. Pakar-pakar dari kelompok berbeda, menggunakan sistem yang tidak sama dan menghasilkan berbagai kesimpulan tentang ini," kata Michael Mann dari Penn State University.

Biasanya, lanjut Mann, para pakar menyelidiki endapan yang ditinggalkan badai-badai Atlantik sebagai jejak. Endapan semacam itu sering dijumpai di pesisir Amerika Utara dan Kepulauan Karibia. "Apapun hasil penyelidikan para pakar, yang jelas, riset mereka memberikan kontribusi yang sangat besar bagi data palaeoclimatic," lanjut Mann. Dia tidak menampik bahwa dampak perubahan iklim juga cukup mempengaruhi musim badai tahun ini.

FLORIDA - Angin topan Earl yang bertiup dari Samudra Atlantik, merupakan badai besar kedua dalam musim badai Atlantik tahun ini. Sebelumnya, angin

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News