Tri Handono, 'Diplomat' Gamelan di Pittsburgh, Amerika Serikat

Bangga Musik Jawa Masuk Kurikulum Universitas di AS

Tri Handono, 'Diplomat' Gamelan di Pittsburgh, Amerika Serikat
Tri (belakang kiri) melatih menabuh gamelan kepada anak-anak Taman Budaya di Pittsburgh AS. Foto; Ridlwan/JAWA POS
Istrinya, Ida Melati, asli Jakarta. Mereka menikah pada 14 Juni 1993. "Alhamdulillah suasana di Pittsburgh sangat mendukung bagi keluarga. Pendidikan di sini juga baik," ungkap dia.

Yakin dengan kemampuan anak-anaknya, Tri memberanikan diri membentuk grup gamelan dengan nama Taman Budaya Indonesia Pittsburgh. "Kami promosi ke keluarga-keluarga Indonesia yang punya anak-anak. Banyak yang tertarik untuk ikut latihan," katanya.

Rupanya, grup tersebut juga menarik perhatian para tetangga yang merupakan penduduk asli Amerika Serikat (AS). "Ketika kami pentaskan gending Indonesia, banyak orang tua murid kami yang tertarik. Mereka juga ingin berlatih," terang dia.

Departemen Musik Universitas Pittsburgh juga mendengar adanya gamelan yang masuk kota berjuluk City of The Bridges itu. "Kami dua kali diundang pentas di Universitas Pittsburgh. Responsnya sangat baik. Anda bisa cek dokumentasinya di YouTube," ujar peraih award professional engineer dari Negara Bagian Maryland pada 2011 itu.

Pada 2008 pula Universitas Pittsburgh membuka satu jurusan di departemen musik yang khusus mempelajari musik Asia Tenggara, terutama gamelan. "Kami sangat bangga, gamelan jadi mata kuliah di Amerika," ujarnya.

Sejumlah seniman gamelan beberapa kali diundang ke Pittsburgh untuk menjadi dosen tamu atau sekadar berpentas beberapa hari. "Njenengan dari Jogja ya, Mas? Berarti, juga bisa nggamel," ujar Slamet, adik Tri, kepada Jawa Pos sembari menyorongkan gendang.

Slamet ternyata sudah tidak perlu menggunakan visa di AS. Dia menyatakan mempunyai green card alias secara resmi boleh tinggal dan bekerja di AS. "Oh, ini bejo (beruntung, Red) saja, Mas, kakak saya ini menang lotre," ujarnya sambil menepuk pundak Tri.

Tri lantas bercerita soal lotre adiknya. "Saya mendaftarkan lotre green card secara online," ungkap dia. Data dan foto terbaru dimasukkan secara elektronik. Tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan untuk pendaftaran tersebut.

Bekerja di negara orang tak membuat Tri Handono PhD lupa dengan tanah air dan budaya leluhur. Pria dari Surakarta itu merintis seni musik gamelan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News