Senin, 18 Desember 2017 – 06:30 WIB

Upacara Adat Pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Dibukukan

Sabtu, 25 November 2017 – 14:04 WIB
Upacara Adat Pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Dibukukan - JPNN.COM

jpnn.com, MEDAN - Rangkaian resepsi adat pernikahan Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution di Medan mengundang perhatian banyak pihak.

Untuk panduan pemahaman kepada awak media dan masyarakat terkait makna dan tujuan dari masing-masing proses, panitia resepsi pernikahan Bobby-Kahiyang membuat sebuah buku yang menceritakan secara menyeluruh prosesi-prosesi tersebut.

Buku tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada masyarakat di Media Center Resepsi Bobby-Kahiyang. Dalam buku itu dijelaskan ada 15 rangkaian resepsi yang digelar dengan adat Mandailing. Masing-masing prosesi memiliki makna dan tujuannya sendiri-sendiri.

Foto Bobby dan Kahiyang dijadikan cover buku yang ditulis oleh tetua adat Mandailing bernama Pandapotan Nasution (Patuan Kumala Pandapotan). Ada empat topik penting yang dijabarkan dalam buku. Yakni, terkait Landasan Dasar Hukum Adat Mandailing, Struktur Adat Mandailing, Landasan Operasional Adat Mandailing serta topik khusus terkait pernikahan Bobby-Kahiyang secara keseluruhan.

Pandapotan Nasution mengatakan, buku tersebut diharapkan bisa menjadi penjelasan ringkas tentang upacara perkawinan Bobby-Kahiyang kepada masyarakat. Semakin tergerusnya eksistensi adat Mandailing menjadi faktor pendorong Pandapotan Nasution menulis buku pengantar tersebut.

“Selama ini perkawinan adat Mandailing hanya dipelihara lewat budaya lisan. Hari ini kami coba untuk mendokumentasikannya sehingga bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” tulis Pandapotan.

Keluarga besar Muhammad Bobby Afif Nasution pun mengapresiasi serta menyambut baik dibuatnya buku tersebut. Mewakili pihak keluarga Bobby, Darmin Nasution mengatakan, dengan dibukukannya proses adat diharapkan ke depannya pasangan Bobby-Kahiyang maupun masyarakat lainnya lebih memahami nilai-nilai luhur masing-masing budaya mereka.

“Tidak sebatas memahami, tapi juga mampu menjadi teladan kepada masyarakat luas akan makna kerukunan di atas perbedaan dengan gembira. Setiap tahapan proses ritual adat selalu mengandung pesan-pesan atau ajaran leluhur yang disamarkan. Semoga melalui buku ini kita bisa mendapatkan semua itu,” tutur Darmin. (bew/jpc)

SHARES
loading...
loading...
Komentar