Usai Pengumuman Kapolri Dipanggil DPR

Usai Pengumuman Kapolri Dipanggil DPR
Usai Pengumuman Kapolri Dipanggil DPR
JAKARTA - Kalangan wakil rakyat tampaknya penasaran dengan sikap Polri menangani dugaan rekening mencurigakan sejumlah perwira Polri. Walau Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri sudah berjanji membeber dana-dana gendut itu besok (Jumat 16/7), DPR tetap meminta ada rapat tertutup untuk melakukan klarifikasi.

"Kalaupun nanti diumumkan tidak ada masalah, bagi kami itu belum clear. Kita tetap akan memanggil Kapolri," ujar anggota Komisi III (bidang hukum dan kepolisian) Ahmad Yani saat bertamu ke Mabes Polri kemarin. Politisi PPP itu mengklaim, mereka (Komisi III) juga punya data tentang sejumlah rekening mencurigakan. "Data kita sudah sejak 2005. Nah, ini sama atau tidak. Atau jangan-jangan lain. Itu yang harus diklarifikasi lagi," katanya.

Kapolri dan PPATK akan mengadakan joint conference Jumat siang usai salat Jumat di Mabes Polri. Sebanyak 1.100 laporan hasil analisa PPATK akan diumumkan perkembangan penyelidikannya. Diantara 1.100 itu ada 21 yang merupakan anggota Polri. Sebagian diantaranya, adalah perwira tinggi (jenderal).  Yani menjelaskan, dalam pertemuan tertutup dengan Kapolri pihaknya akan mempertanyakan mengapa penuntasan rekening itu begitu lama. "Kalau sudah ada sejak 2005 berarti sudah berapa kali ganti Kapolri, ini ada apa. Masyarakat bertanya melalui kami, ada banyak yang meragukan komitmen kepolisian," katanya.

Jika tidak segera tuntas, kata politisi yang pernah dibentak penyidik saat menjenguk Susno Duadji di tahanan itu, Polri semakin dirugikan. "Sebenarnya, dengan dukungan publik dan emdia yang begitu besar, kasus rekening gendut menjadi momentum yang paling baik bagi polisi untuk berbenah," katanya.

JAKARTA - Kalangan wakil rakyat tampaknya penasaran dengan sikap Polri menangani dugaan rekening mencurigakan sejumlah perwira Polri. Walau Kapolri

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News