Vampir Ganteng Aliando Syarief

Vampir Ganteng Aliando Syarief
Vampir Ganteng Aliando Syarief. Fedrik Tarigan/Jawa Pos/JPNN.com

jpnn.com - NAMA Aliando Syarief mulai melejit sejak dirinya bermain di Ganteng-Ganteng Serigala (GGS). Tetapi, rupanya sinetron itu bukanlah pengalaman pertamanya di dunia akting. Cowok 17 tahun tersebut malang melintang di dunia akting sejak usia 13 tahun.

Kesempatan kali pertama masuk dunia hiburan datang saat dia duduk di kelas VII SMP. Ali ditawari menjadi pemeran utama Si Gundul dalam sebuah FTV anak-anak berjudul Si Gundul Bocah Petir.

Ali sempat menolak peran itu karena harus mencukur habis rambutnya sampai plontos. Terang saja, Ali yang masih anak-anak malu dengan penampilan tersebut. Sampai akhirnya, keluarga merayu Ali untuk mencoba. ’’Keluarga terus ngasih pandangan tentang cerita FTV-nya seperti apa. Akhirnya, aku mau,’’ ujar Ali.

Dia mengungkapkan, awal ketertarikan mencoba dunia akting muncul saat dirinya sering ikut kakek dan neneknya ke lokasi syuting. Bakat seni cowok keturunan Arab-Padang-Medan itu menurun dari keluarga ibundanya. Kakek Ali, alm Tengku Najib Bahadur, dan nenek Ali, Erni Tanjung, adalah artis era 70-an. Selain jago akting, Ali bisa main musik dan melukis.

Ali menuturkan, ketika kecil, dirinya tidak percaya diri menjajal dunia akting. Dia lebih memilih menekuni sepak bola. Cita-citanya saat itu adalah menjadi pemain timnas Indonesia dan mengharumkan nama tanah air ke kancah sepak bola dunia.

Namun, keluarga tidak menyetujui cita-cita bungsu dari 2 bersaudara tersebut. Orang tuanya kerap khawatir ketika dia berlatih bola. Alasannya, hampir setiap pulang latihan, Ali menderita cedera pada beberapa bagian tubuh. Mulai lebam, lecet, hingga keseleo. ’’Sering keseleo. Makanya, mereka suka suruh berhenti main bola. Jadinya, aku berhenti main bola dan coba dunia akting. Ternyata, rezekinya ada di sini,’’ katanya.

Nama Ali perlahan naik setelah dirinya berakting di Si Gundul Bocah Petir. Kemudian, bermunculan judul-judul FTV lain. Antara lain, Cinta Monyet di Kantin Sekolah, Headphone Suara Hati, Lolly Love, serta Si Badil dan Blangkon Ajaib. Selain itu, dia membintangi beberapa sinetron. Misalnya, Bara-Bere, Ibrahim Anak Betawi, dan ABG Jadi Manten. Ali juga sudah pernah berakting dalam film layar lebar Garuda di Dadaku 2 sebagai Yusuf Mantutu.

Hingga akhirnya, dia menjadi salah seorang bintang baru yang bersinar setelah bermain di sinetron GGS. Perannya menjadi Digo, salah seorang anggota keluarga vampir. ’’Juni kemarin aku baru selesai syuting film karya Om Rudi Soedjarwo. Judulnya Janji Hati. Kalau nggak ada halangan, insya Allah akhir tahun ini tayang,’’ tuturnya.

NAMA Aliando Syarief mulai melejit sejak dirinya bermain di Ganteng-Ganteng Serigala (GGS). Tetapi, rupanya sinetron itu bukanlah pengalaman pertamanya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News