Senin, 23 Oktober 2017 – 09:43 WIB

Wali Kota Lepas Pawai Ogoh-ogoh Pertama di Kota Kupang

Rabu, 29 Maret 2017 – 08:17 WIB
Wali Kota Lepas Pawai Ogoh-ogoh Pertama di Kota Kupang - JPNN.COM

Peserta pawai ogoh-ogoh di Kota Kupang. FOTO: Timor Express/JPNN.com

jpnn.com, KUPANG - Senin (27/3) petang, di alun-alun Balai Kota Kupang, Wali Kota, Jonas Salean melepas peserta pawai Ogoh-ogoh. Pawai dalam rangka memeriahkan hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 ini diikuti sebagian besar umat Hindu di Kota Kupang dan sekitarnya serta sejumlah komunitas masyarakat Kota Kupang.

Pawai mengambil star di alun-alun Balai Kota Kupang dan finish di lapangan Mapolda NTT. Kegiatan kali ini merupakan pawai Ogoh-ogoh pertama di Kota Kupang.

Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) wilayah Kota Kupang I, I Nyoman Mahayasa kepada Timor Express (Jawa Pos Group) mengatakan, hari raya Nyepi merupakan Tahun Baru bagi umat Hindu untuk mereflekskan diri, dari tahun-tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan, biasanya umat Hindu melakukan tapa dan puasa pada hari raya Nyepi.

Sedangkan Ogoh-ogoh, kata Nyoman Mahayasa, merupakan simbol angkara murka, simbol kekuatan jahat atau negatif, sehingga dengan pelaksanaan pawai ini diharapkan agar semua aura jahat itu akan hilang. Dan saat finish di lapangan Polda NTT, dilakukan persembahyangan sehingga unsur-unsur negatif bisa hilang dan kembali ke positif. Dengan demikian, lanjutnya, terjadi keseimbangan dalam kehidupan umat manusia.

Dikatakan, Ogoh-ogoh merupakan gambaran simbol negatif, yang diarak keliling kota agar aura-aura negatif itu bisa hilang dan digantikan dengan aura positif. Hal ini diharapkan terdapat keselarasan umat manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan dapat terjaga.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Jonas Salen dalam sambutannya mengatakan, pawai Ogoh-ogoh ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Kota Kupang bahkan di Provinsi NTT. Karena itu, lanjut Jonas, guna mendukung pengembangan kebudayaan dan nilai-nilai spiritual, seluruh pembiayaan pawai ini menjadi tanggungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.

Dikatakan, pawai Ogoh-ogoh ini juga merupakan salah satu bentuk toleransi umat beragama di Kota Kupang. Oleh karena itu, kata Jonas, Pemkot mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan hajatan religius ini.

SHARES
loading...
loading...
Komentar