Kamis, 23 Mei 2019 – 06:00 WIB

Warga 17 Km dari Merapi Kaget Kena Awan Panas

Jumat, 05 November 2010 – 09:46 WIB
Warga 17 Km dari Merapi Kaget Kena Awan Panas - JPNN.COM

JOGJAKARTA — Saat Merapi meletus dini hari, Jumat (5/11), kepanikan terjadi di Dusun Brebah, Argomulyo, Sleman, Jogjakarta. Warga dusun tidak menyangka, bila kawasan yang terletak 17 Km dari puncak Merapi dan sebelumnya masuk zona aman, secara tiba-tiba diterjang awan panas.

Teriakan anak-anak, ibu-ibu, warga dan ribuan pengungsi sontak membelah malam. Listrik yang tiba-tiba mati, semakin membuat suasana semakin mencekam. Kendaraan truk, mobil dan sepeda motor memadati jalan yang semakin dipenuhi debu vulkanik.

Salah seorang relawan yang ikut membantu evakuasi warga, Herman, mengatakan suasana saat Merapi kembali meletus dini hari tadi, dirasakan lebih dahsyat dari ledakan pertama. Dampaknya pun terlihat, saat akhirnya Polisi, TNI dibantu relawan mulai menemukan puluhan warga mengalami luka bakar parah bahkan tewas.

"Hingga pagi ini, korban tewas sudah lebih dari 40 orang dan korban luka-luka di RS Klaten ada 21 orang. Kita sulit melakukan evakuasi, karena dusun Brebah sudah hancur. Masih banyak lahar dan debu panas disana. Terakhir tadi pagi, di sana masih banyak titik api yang membakar rumah warga," kata Herman.

Herman juga mengatakan, kemungkinan jumlah korban tewas akan bertambah. Mengingat saat Merapi meletus dahsyat Jumat dini hari, masyarakat sebelumnya tidak menduga bila awan panas akan menerpa mereka.

"Kemungkinan masih ada warga yang terjebak di kali Gendol yang hingga saat ini masih diselimuti lahar panas. Suasana benar-benar mencekam disini. Memasuki dusun Brebah, awan dan debu vulkanik berbau belerang masih terasa," kata Herman.

Astuti (37), salah seorang korban dari dusun Brogah mengatakan, bahwa warga dusun demikian panik saat mendengar gemuruh dari puncak Merapi. Saat ada instruksi evakuasi ke lokasi yang aman, Astuti mengatakan bahwa jalanan sudah terasa panas. Karena ini pula, beberapa anggota keluarga Astuti saat ini dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar dibagian kaki dan tubuh.

‘’Jalan sudah demikian panas saat diinjak. Semuanya panik menyelamatkan diri. Hujannya bukan hanya debu tapi pasir dan panas kalau menyentuh tubuh,’’ kata Astuti.

Sementara itu, akibat ledakan Merapi Jumat dini hari tadi, beberapa Universitas langsung mengambil keputusan untuk meliburkan mahasiswanya. Universitas yang semula berada pada jalur aman, diliburkan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

‘’Kampus mengumumkan perkuliahan diliburkan sampai minggu depan. Suasana perkuliahan tidak mungkin kondusif dengan kondisi Merapi saat ini,’’ kata Fathir, mahasiswa UGM saat dihubungi JPNN.

Selain UGM, beberapa Universitas juga mengambil kebijakan yang sama. Diantaranya UII, UIN Sunan Kalijaga, UNY, UKDW, UPN dan beberapa kampus di sekitar Jogjakarta.(afz/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar