Warga Guam Mulai Resah, Salahkan Gaya Sok Jagoan Trump

Warga Guam Mulai Resah, Salahkan Gaya Sok Jagoan Trump
Salah satu misil Korea Utara. Foto: AFP

”Tapi, tetap ada kemungkinan mereka gagal menghancurkan beberapa misil,” ujar Profesor Takashi Kawakami, pakar pertahanan di Takushoku University, Jepang.

Pilihan kedua adalah menggunakan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Sistem pertahanan misil itu berada di Korea Selatan (Korsel), Jepang, dan Guam.

Bedanya, THAAD difungsikan untuk menghancurkan misil jika sudah dekat. Dengan begitu, THAAD di Korsel dan Jepang tak bisa difungsikan. Sedangkan THAAD di Guam tidak bisa menembak misil empat kali berturut-turut.

Kian panasnya situasi membuat penduduk Guam makin khawatir. Mereka menyalahkan Presiden AS Donald Trump atas ketegangan yang meningkat saat ini.

Menurut sebagian penduduk Guam, Korut menjadi seperti itu gara-gara kelakuan Trump yang dengan entengnya mengancam bakal menyerang Pyongyang.

”Kami mempunyai anak-anak kecil yang tidak mengerti apa yang terjadi saat ini. Apa yang presiden (Trump) lakukan untuk melindungi kami? Saya menyalahkannya,” ujar Lou Meno, salah seorang penduduk Guam. Menurut dia, situasi saat ini menakutkan. (Reuters/AFP/Aljazeera/sha/c21/any)


Gubernur Guam Eddie Calvo kembali menepis kemungkinan serangan Korut ke wilayahnya. Pemimpin 55 tahun itu mengaku sering menerima ancaman sejak AS


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News