Warga Pegunungan Papua Jangan Sampai Termakan Isu Hoaks di Wamena

Warga Pegunungan Papua Jangan Sampai Termakan Isu Hoaks di Wamena
Pengungsi korban kerusuhan di Wamena berada di Kodim 1902/Jayawijaya. Foto: ANTARA/Marius Frisson Yewun

Rombongan ini menyampaikan kepada warga yang berjualan di pasar, tukang ojek dan pasar mama-mama untuk memberikan imbauan keamanan.

Dia menegaskan, tidak ada eksodus mengenai orang pendatang keluar. Dia juga membantah ada penyerangan dari anggota aparat kepada warga asli Papua. Itu tidak benar.

Informasi bahwa ada pihak dari luar akan masuk dan memporak-porandakan Papua karena dari PBB dan lain-lain itu juga tidak benar.

"Karena itu saya pikir warga di Lanny Jaya tapi juga di wilayah pegunungan Papua kembali beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Aksi unjuk rasa berujung kerusuhan di Wamena, pada Senin, 23 September 2019 itu menyebabkan 33 orang meninggal dunia, baik warga pendatang maupun warga Papua.

Pedemo juga merusak dan membakar ratusan bangunan milik pemerintah maupun swasta di daerah tersebut.(antara/jpnn)

 

 

Saat ini beredar isu hoaks soal adanya warga Papua yang menyisir pendatang di Wamena.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News