Senin, 17 Juni 2019 – 08:23 WIB

Yakin Harga Ayam dan Telur Turun Pertengahan Ramadan

Kamis, 17 Mei 2018 – 11:40 WIB
Yakin Harga Ayam dan Telur Turun Pertengahan Ramadan - JPNN.COM

Daging ayam di pasar. Foto: dok jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Singgih Januratmoko menyebutkan kenaikan harga ayam dan telur di tingkat konsumen masih ada kaitannya dengan pelemahan Rupiah yang dialami Indonesia.

”Harga sekarang naik karena banyak kasus gagal produksi dan karena harga pakan yang naik akibat Dollar yang naik signifikan,” ujar Singgih.

Singgih mengatakan bahwa harga ayam dan telur akan segera normal kembali memasuki pertengahan bulan Ramadan dimana serapan juga akan turun. Selain itu, diharapkan kondisi Rupiah segera stabil sehingga produksi ayam dan telur membaik.

Saat dikonfirmasi Kementerian Perdagangan belum mau membeberkan secara detil antisipasi langkah yang akan diambil. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti hanya menegaskan bahwa pihaknya akan mengawasi pergerakan harga. ”Kita akan pantau terus dan lakukan penetrasi pasar,” ujar Tjahya singkat.

Pemprov Jatim terus berupaya menjaga kestabilan ketersediaan dan harga bahan pokok pada masa Ramadan dan Lebaran. Meski begitu ada beberapa bahan pokok yang saat ini cenderung mengalami kenaikan.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Saiful Jasan mengatakan, bahan pokok yang cenderung naik harganya itu adalah daging ayam dan telur. Untuk harga daging ayam saat ini Rp 32-33 ribu per kg. Padahal harga eceran tertinggi (HET) daging ayam dibanderol Rp 32 ribu per kg.

Sementara itu, harga telur tercatat Rp 24-25 ribu per kg. Sedangkan HET telur tercatat Rp 22 ribu per kg. Menurut dia, kenaikan itu terjadi karena permintaan yang meningkat. Meski begitu, kecenderungan kenaikan itu perlu diantisipasi agar harga tidak semakin naik.

Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menggelar operasi pasar murah. Terkait hal itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan distributor dan pabrikan agar menggelar operasi pasar secara mandiri. Operasi pasar mandiri itu bisa dilakukan di beberapa titik. Harapannya, harga bisa tetap terkendali dengan baik.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar