JPNN.com

Yakin Ketahanan Pangan seperti Zaman Soeharto Bisa Diraih Lagi

Rabu, 11 September 2019 – 06:13 WIB Yakin Ketahanan Pangan seperti Zaman Soeharto Bisa Diraih Lagi - JPNN.com
Rizal Ramli. Foto: dokumentasi JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ekonom senior, Rizal Ramli, menyebut satu-satunya presiden sejak Indonesia merdeka yang berhasil menyejahterakan petani adalah Soeharto. Petani Indonesia, pada era kepemimpinan Presiden Soeharto, mampu memberikan bantuan pangan pada penduduk di negara-negara lain yang mengalami kelaparan.

"Kalau kita ngomong kesejahteraan, petani dan pertanian sangat penting. Mohon maaf, sampai detik ini, presiden yang benar-benar senang dengan pertanian baru Pak Harto. Setelah itu nyaris tidak ada, cuma pidatonya aja," kata Rizal Ramli dalam peluncuran buku 'Arah Baru Kebijakan Kesejahteraan Indonesia' karya Fahri Hamzah di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/9).

Kejadian ini terjadi sewaktu Indonesia mencapai swasembada pangan pada medio 1984. Mengutip buku otobiografi 'Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya', Soeharto mengungkapkan bahwa petani Indonesia memberikan bantuan secara gotong-royong dan sukarela sebesar 100.000 ton gabah untuk petani miskin dunia.

Dalam buku itu, Pak Harto mengatakan, para petani Indonesia memintanya menyerahkan gabah itu ke Food and Agricultural Organization (FAO). Lalu, diteruskan ke keluarga miskin di berbagai kawasan, khususnya di benua Afrika.

"Ini merupakan kejadian untuk pertama kalinya, dunia menyaksikan bantuan antar-petani," ujar Soeharto dalam sambutannya di perayaan ulang tahun ke-40 FAO di Roma pada 14 November 1985.

Melihat prestasi itu, Soeharto tak mampu menyembunyikan kegembiraannya melihat kerja merasa para petani mendukung program swasembada pangan miliknya. Soeharto menyatakan, sebelum berswasembada, Indonesia adalah pengimpor beras yang jumlahnya cukup besar yakni sekitar 2 juta ton per tahun.

"Itu bukanlah keajaiban. Itu merupakan kerja keras seluruh bangsa kita, yang dilaksanakan secara ulet menurut suatu rencana pembangunan yang realistik tanpa kehilangan cita-cita masa depan," kata Soeharto.

Rizal Ramli yang juga mantan Kepala Bulog era mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menyebut adanya perbedaan antara zaman dulu dan sekarang.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...