Yang Penting Jadi Istri Anak Kiai, Rela Dipoligami

Yang Penting Jadi Istri Anak Kiai, Rela Dipoligami
Yang Penting Jadi Istri Anak Kiai, Rela Dipoligami. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

Namun, dia tak berdaya saat ibunya yang sudah tua renta memintanya menikah dengan
putra kiai yang diagungkan keluarga besarnya di Madura.

“Buyut, kakek, sampai orang tua saya itu mondok di rumah kiai itu. Jadi memang semua lulusan pesantren itu. Saya juga sempat mondok waktu SMP di situ, tapi akhirnya melanjutkan ke Surabaya dan dapat beasiswa ke Australia,” kata Sephia.

Karena pernah menjadi santri di pesantren si kiai, Sephia pun tahu sosok Donwori yang bakal menikah dengan dirinya.

Bahkan, waktu masih mondok, Sephia mengaku pernah naksir dengan Donwori.

“Ya anak kiai kan mesti ditaksir sama santrinya. Tapi, yang bikin kesemsem itu emang Ra Donwori (Ra adalah sebutan putra kiai, Red) ganteng dan manis. Baik dan anak kiai lagi,” kata Sephia tersenyum.

Dalam proses sidang poligami, Sephia dan kedua istri Donwori hadir. 

Donwori yang sebelumnya pernah menjadi sebagai DPR dan kini menjadi dosen itu mengatakan kalau sebenarnya tak pernah bercita-cita memiliki istri banyak.

“Istri pertama itu dijodohkan orang tua, yang kedua itu juga karena saya kasihan karena dia mengabdi terus di rumah. Tidak punya orang tua. Kalau Sephia ini, sejak dia masih kecil saya suka, cerdas dan cantik,” kata Donwori saat proses sidang poligami,Rabu (19/10).

Bagi sebagian masyarakat tradisional, menjadi bagian atau keluarga dari keturunan  kiai atau tokoh besar sungguh membanggakan. Tak heran, ada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News