Ahok Minta PKL di Kalijodo Didaftarkan ke BPOM

Ahok Minta PKL di Kalijodo Didaftarkan ke BPOM
Warga memanfaatkan arena bermain track sepeda dan skate bowl di Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Jakarta, Rabu (4/1). Kawasan bekas lahan lokalisasi tersebut kini berubah wujud menjadi taman yang nyaman dengan fasilitas bermain seperti arena skate park, track BMX, lapangan futsal dan taman bermain anak. Ilustrasi by: Ismail Pohan/INDOPOS

jpnn.com - jpnn.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengingatkan kepada wali kota agar pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Kalijodo bisa ditata.

Hal itu disampaikan Ahok, sapaan Basuki, kepada Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi dan Wali Kota Jakarta Utara Haryadi yang hadir pada acara peresmian‎ Ruang Publik Terpadu Ramah Anak dan Ruang Terbuka Hijau Kalijodo, Rabu (22/2).

"Di sini banyak yang jualan PKL sebenarnya, hari ini sengaja diumpetin," kata Ahok dalam sambutannya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menambahkan, PKL tidak boleh diusir. Sebaliknya, PKL harus didata dan didaftarkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga makanan dan minuman yang dijual bisa dipastikan ‎aman.

"Daftarkan ke BPOM supaya mie, es doger, dan bubur mutiara yang dijual enggak berformalin. Setiap yang dagang terdaftar, pedagangnya aman, yang enggak aman kami usir," ucap Ahok.(gil/jpnn)


 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengingatkan kepada wali kota agar pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Kalijodo bisa ditata.


Redaktur & Reporter : Gilang Sonar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News