Tradisi Menyambut Ramadan, Pawai Obor dan Tumpeng Tanjang

Tradisi Menyambut Ramadan, Pawai Obor dan Tumpeng Tanjang
JELANG RAMADAN : Menyambut datangnya bulan ramadan, warga Manyar menggelar Kirab Tumpeng Tanjang. Foto Yudhi/Radar Gresik/JPNN.com

jpnn.com, GRESIK - Indonesia memang dikenal memiliki ragam budaya. Setiap daerah memilik tradisi yang kini masih terpelihara. Membahas mengenai bulan puasa, ada tradisi menyambut Ramadan yang tak boleh terlupakan.

Seperti di Manyar Sidomukti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Usai salat Isya, wilayah yang terletak di daerah pesisir itu mendadak ramai. Semakin malam, acara yang digawangi anak-anak dan remaja ini kian semarak.

Ratusan warga berjalan kaki dan pawai membawa obor serta puluhan tumpeng tanjang.

Tanjang merupakan tanaman bakau khas Manyar yang digunakan warga pesisir untuk menjaga lingkungan perairan mereka.

"Tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur menyambut ramadan. Ini sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem dengan bakau atau tanjang ini," jelas Ketua Panitia M Miftah Farid seperti yang dilansir Radar Gresik (Jawa Pos Group), Jumat (26/5).

Kegiatan yang digagas Komunitas Arek Manyar Pecinta Alam (Armapala) ini, diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. Mulai anak-anak, hingga orangtua pada Rabu (24/5) malam.

Berjalan melalui perbatasan Desa Manyar Sidorukun dan Desa Manyar Sidomukti yang jaraknya mencapai 3 kilometer untuk menuju balai nelayan Manyar Sidomukti.

Tumpeng yang dibawa, diberi hiasan tanaman bakau tanjang untuk simbolis. Para peserta kirab inj membawa 60 tumpeng tanjang, dan ratusan obor kayu dengan iringan shalawatan.

Indonesia memang dikenal memiliki ragam budaya. Setiap daerah memilik tradisi yang kini masih terpelihara. Membahas mengenai bulan puasa, ada tradisi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News