Selasa, 30 September 2014 | 22:54:46
Home / Olahraga / All Sport / Papan Atas Antiklimaks

Sabtu, 30 Maret 2013 , 07:30:00

Pemain Gresik Petrokimia Novia Andriyanti (kiri) melancarkan pukulan yang diblok pemain Jakarta Electric PLN Agustin Wulandari (10) dan Susanti Martalia (15) dalam laga perdana seri III putaran II di GOR Ki Mageti, Magetan, Jumat (29/3). Foto: Jawa Pos/JPNN
Pemain Gresik Petrokimia Novia Andriyanti (kiri) melancarkan pukulan yang diblok pemain Jakarta Electric PLN Agustin Wulandari (10) dan Susanti Martalia (15) dalam laga perdana seri III putaran II di GOR Ki Mageti, Magetan, Jumat (29/3). Foto: Jawa Pos/JPNN
BERITA TERKAIT

MAGETAN - Kejutan mewarnai hari perdana BSI Proliga 2013 seri III putaran II di GOR Ki Mageti, Magetan, Jumat (29/3). Sudah terlebih dahulu memastikan tiket lolos ke babak final four, dua klub pemegang posisi dua besar klasemen sementara kelompok putri harus kehilangan momen menambah kemenangan.

Jakarta Popsivo PGN menyerah dari Manokwari Valeria Papua Barat 0-3 (19-25, 17-25, 19-25). Sedangkan di laga setelahnya, Gresik Petrokimia takluk dalam lima set dari Jakarta Electric PLN, 25-19, 23-25, 23-25, 25-19, 5-15.

Karena kalah tipis 2-3 itu, Petrokimia menggeser posisi Popsivo PGN. Petrokmia mengantongi satu poin dan kini leading satu poin dari Popsivo PGN. Sedangkan bagi Valeria Papua Barat, kemenangan ini membuka peluang lolos ke babak final four. Valeria Papua Barat hanya butuh satu victory lagi untuk lolos ke babak empat besar tersebut.

Pelatih Petrokimia Sudarto keberatan jika kekalahan ini lebih dikarenakan anak asuhnya overconfident. Menurutnya, kekalahan lebih disebabkan oleh faktor teknis. "Anak-anak buruk di receive-nya. Variasi serangan kami juga minim malam ini," ujar Sudarto.

"Mematok target juara putaran II, tugas berat tentu masih ada di pundak skuad Petrokimia. Tapi, Sudarto menyebut kemungkinan merealisasikan target juara putaran II tetap terbuka. Syaratnya, dua laga terakhir di seri Magetan dan Semarang harus disapu bersih. "Dan kami optimistis bisa melakukannya," klaim Sudarto.

Asisten pelatih Electric PLN Markoji mengakui jika kemenangan kemarin merupakan buah antisipasi yang dilakukan sebelum pertandingan. Serangan Petrokimia menurutnya lebih banyak dari serangan dua tombak asingnya. "Kelebihan Petrokimia itu yang kami tutupi dengan penguatan di dalam blok anak-anak," ungkap Markoji.

Di sisi lain, pelatih Popsivo PGN M Ansori menganggap faktor kelelahan lebih dominan dalam menentukan hasil buruk ini. Apalagi, anak asuhnya kurang adaptasi dengan suhu udara Magetan lantaran datang H-1 sebelum pertandingan. "Makanya ini tadi banyak kesalahan yang dilakukan pemain kami," cetus Ansori.

Kejutan di kelompok putri, panas juga di kelompok putra. Jakarta Pertamina Energi membuka peluang ke babak final four. Skuad asuhan Rohadi Mulyo ini menggilas Electric PLN dengan skor 3-0 (25-19, 25-16, 26-24). Dengan tambahan tiga poin ini, maka Didi Irwadi dkk melesat ke posisi ketiga dengan 15 poin. (ren/ttg)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar