JPNN.com

17 Dokter Spesialis Mengundurkan Diri Sudah Bertugas Lagi

Rabu, 13 Desember 2017 – 05:51 WIB 17 Dokter Spesialis Mengundurkan Diri Sudah Bertugas Lagi - JPNN.com

jpnn.com - Sebanyak 17 dokter spesialis yang sudah mengajukan surat pengunduran diri, akhirnya bertugas lagi di RS Regional Sulbar.

EDWARD A.S., Mamuju

JAUH-jauh datang ke Mamuju, yang ditemui Yuliadi dan istri pada Senin lalu (11/12) hanya kekecewaan. Poliklinik di Rumah Sakit (RS) Regional Sulawesi Barat (Sulbar) itu bukan hanya tidak melayani pasien. Pintu-pintunya bahkan masih tertutup rapat.

Padahal, dari tempat tinggalnya di Tapalang, Sulbar, dibutuhkan 45 menit untuk sampai ke ibu kota provinsi.

”Apalagi membawa istri yang baru selesai operasi Caesar dua minggu lalu,” ujar Yuliadi kepada Fajar (Jawa Pos Group).

Yuliadi dan istri hanyalah salah satu korban kisruh di RS tersebut. Kisruh yang dipicu pengajuan surat pengunduran diri 17 dokter spesialis pada Jumat lalu (8/12) akibat perselisihan dengan manajemen.

Sebelum para dokter melayangkan surat pengunduran diri, komite medik sebenarnya telah melayangkan mosi tidak percaya kepada Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar pada 19 September. Kemudian dilanjutkan dengan aksi mogok pada 6 Oktober.

Para dokter spesialis kecewa terhadap manajemen RS. Mereka menilai kondisi RS yang tak memadai memaksa mereka bekerja tidak sesuai standard operating procedure (SOP).

2 dari 5 halaman

Risdin Umar, seorang pasien stroke, juga tak terlayani saat datang Jumat lalu. Padahal, untuk datang ke Mamuju dari Kalukku, dia harus menyewa mobil.

Setiba di RS Regional Sulbar, poliklinik saraf tertutup. Rudiansyah, anaknya, bertanya ke salah seorang pegawai.

Dia hanya mendapat jawaban bahwa dokter tidak masuk karena ada masalah dengan manajemen. ”Kami kembali ke rumah dengan hampa,” katanya.

Selama dua hari, Jumat dan Sabtu, jadwal pemeriksaan pasien melambat. Jadwal pemeriksaan yang biasanya dibuka pada pukul 09.00 hingga 11.00 Wita baru dilakukan pada pukul 13.00.

Adnan, salah seorang keluarga pasien, juga sempat bertanya kepada pegawai RS. Sebab, hingga pukul 12.00 pada Sabtu lalu belum ada dokter yang memeriksa kondisi ayahnya.

Padahal, ayahnya harus mendapatkan perhatian khusus karena menderita usus turun. ”Jawaban perawat, dokter lagi tidak masuk,” ucapnya.

Untung, kabar baik datang kemarin (12/12). Ke-17 dokter spesialis yang sebelumnya menyatakan akan mengundurkan diri kembali bertugas. Mereka membatalkan pengajuan pengunduran diri sebagai aparatur sipil negara (ASN) maupun dokter kontrak.

Ketua Komite Medik RS Regional Sulbar dr Harpandi Rahim menyatakan, dirinya dan ke-16 dokter spesialis lain memutuskan bertugas lagi sejak pertemuan dengan pengurus IDI (Ikatan Dokter Indonesia) bersama gubernur Sulbar.

3 dari 5 halaman

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...