JPNN.com

Azrul: Kiai Ma'ruf Tidak Akan Jadi Penunggu Gardu Jokowi

Selasa, 19 Maret 2019 – 13:51 WIB  Azrul: Kiai Ma'ruf Tidak Akan Jadi Penunggu Gardu Jokowi - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Penampilan KH Ma'ruf Amin dalam debat cawapres pada Minggu (17/3), dinilai membuktikan leadership-nya lebih menonjol dibandingkan Sandiaga Uno. Seorang leadership tidak harus ahli dalam hal teknis. Yang dibutuhkan adalah pemikiran besarnya.

"Sudah terbukti kalau leadership Kiai Ma'ruf lebih kuat dibandingkan Sandi. Untuk memimpin bangsa ini butuh tokoh yang kemampuan leadership-nya kuat. Kalau Sandi kan masih jauh di bawah pengalamannya," kata Koordinator Nasional (Kornas) Garda Matahari M Azrul Tanjung kepada JPNN saat nonton bareng debat cawapres.

Sebagai akademisi di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Azrul menilai, Kiai Ma'ruf memiliki pengetahuan tentang pendidikan, ekonomi, sosial budaya, teknologi, kesehatan, dan ketenagakerjaan yang bagus. Meski tidak menguasai teknisnya secara detil, tapi Kiai Ma'ruf tahu persoalan bangsa juga.

BACA JUGA: Gus Zaki: Keluarga Ponpes Tebuireng Dukung Jokowi - Ma'ruf, Bukan Prabowo - Sandi

"Kiai Ma'ruf itu terpilih jadi cawapres Jokowi sudah sunatullah. Kami sudah lama mendorong beliau untuk maju sebelum Pilpres 2019, tapi enggak pernah mau. Baru ditawari jadi cawapres Jokowi, beliau mau," tutur Azrul yang juga petinggi di Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat.

Azrul juga membantah isu yang menyebut Kiai Ma'ruf nantinya hanya jadi penunggu gardu Jokowi. Isu itu dinilai menyesatkan dan menyepelekan posisi Kiai Ma'ruf.

Sebagai tokoh nasional, Kiai Ma'ruf memiliki segudang pengalaman baik politik maupun organisasi. Karena kecerdasan itulah Kiai Ma'ruf mendapatkan gelar profesor dan doktor honoris causa dari perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia.

"Yakinlah Pak Kiai tidak akan jadi penunggu gardu Jokowi. Beliau ini punya basis massa yang kuat makanya posisinya akan tetap diperhitungkan," tegasnya. (esy/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...