Basarah Koreksi Kekeliruan Anggapan soal Bung Karno dengan Buku

Basarah Koreksi Kekeliruan Anggapan soal Bung Karno dengan Buku
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri haul ke-47 Bung Karno sekaligus peluncuran buku bertajuk Bung Karno, Islam Dan Pancasila karya Ahmad Basarah. Foto: Istimewa for JPNN

Selain itu, juga penggunaan Pancasila sebagai tolok ukur dalam pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar NRI 1945 di Mahkamah Konstitusi.

“Pilihan judul buku yang bertajuk Bung Karno, Islam dan Pancasila juga sengaja kami pilih untuk menggambarkan secara umum substansi materi buku tersebut. Uraian tentang dimensi keislaman Bung Karno kami ulas dalam rangka meletakkan kembali secara proporsional tentang jati diri, perkembangan pemikiran, orientasi, sikap serta warisan-warisan keislaman Bung Karno yang selama ini banyak tidak diketahui dengan baik oleh masyarakat Indonesia,” beber Basarah.

Basarah menambahkan, materi tentang dimensi keislaman Bung Karno juga sengaja dijadikan judul buku sebagai jawaban atas berbagai tuduhan terhadap presiden pertama Indonesia itu.

Sebab, hingga saat ini, Bung Karno masih dituding sebagai sosok yang sekuler, antiagama, dan komunis.

“Pendapat bahwa Bung Karno adalah seorang santri memang sangat tepat. Sebab, terbentuknya konstruksi pemikiran awal kenegaraan Bung Karno justru dibentuk oleh pemikiran Islam,” ujarnya.

Menurut Basarah, momentum itu diperoleh ketika ayah Bung Karno, Raden Sukemi Sosrodihardjo menitipkan Soekarno remaja di rumah tokoh Islam besar dan pendiri organisasi Sarikat Islam (SI) HOS Tjokroaminoto di Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.

Saat itu, Soekarno masih berusia 16 tahun. Di pondok itulah Bung Karno rajin berdiskusi dan membaca buku-buku tentang Islam.

Bung Karno juga rajin berdiskusi dengan tokoh-tokoh Islam pejuang kemerdekaan lainnya yang sering berkunjung ke rumah HOS Tjokroaminoto.

Haul ke-47 Soekarno alias Bung Karno yang diselenggarakan Fraksi PDI Perjuangan di MPR tak hanya untuk mengenang presiden pertama Indonesia itu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News