BBM Naik Dibarengi Penerbitan KIP dan KIS

BBM Naik Dibarengi Penerbitan KIP dan KIS
BBM Naik Dibarengi Penerbitan KIP dan KIS

Banyaknya jumlah penerima BSM di 2013 karena tahun itu ada kebijakan kenaikan harga BBM. Untuk harga premium naik dari Rp 4.500/liter menjadi Rp 6.500/liter.

Modifikasi program KIP lainnya adalah, sasaran penerimanya. Selama ini sasaran pencairan BSM adalah siswa. Sedangkan untuk KIP nanti, anak usia sekolah yang tidak sekolah tetap mendapatkannya.

Keberadaan KIP untuk anak-anak yang tidak sekolah itu diharpakan bisa dipakai untuk mendaftar sekolah lagi. Sebab umumnya anak-anak yang tidak sekolah disebabkan karena putus sekolah.

Penyebab utama putus sekolah biasanya faktor finansial. "Jika tidak mau dipakai sekolah, KIP bisa dipakai untuk mengikuti kursus-kursus," jelas Anies.

Dia masih belum bersedia menyebut bahwa program KIP ini merupakan kompensasi kenaikan harga BBM. Sebab keputusan kenaikan harga BBM bukan kewenangan Kemendikbud.

Terkait dengan teknis penggunaan KIP, Anies juga belum bersedia menjelaskan dengan detail. Apakah menggunakan jasa kantor pos atau bank plat merah yang digandeng pemerintah.

Belum jelasnya penambahan siswa dari keluarga yang terancam miskin dan teknis pencairan KIP, menunjukkan belum ada kesiapan yang serius di pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan KIS untuk dapat segera diluncurkan pada tanggal 7 November 2014 mendatang. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menyebut, masyarakat prasejahtera yang selama ini belum menerima bantuan sosial kesehatan yang akan menjadi sasaran KIS.
Dalam waktu dekat, setidaknya ada sebanyak 86,4 juta orang yang akan menerima KIS. "Akan ada 86,4 juta orang yang akan nerima KIS periode 2014-2015. Untuk ke depan kita belum tahu, tentu itu akan tergantung anggaran selanjutnya," ujar Puan.

JAKARTA - Rencana pemerintah menaikkan harga BBM semakin santer. Seperti biasa, pemerintah memberikan kompensasi untuk meredam dampak negatif kenaikan…