Kamis, 19 Oktober 2017 – 10:27 WIB

BNPB Geram Ada Warga Asing Unggah Video Kawah Gunung Agung

Jumat, 06 Oktober 2017 – 21:17 WIB
BNPB Geram Ada Warga Asing Unggah Video Kawah Gunung Agung - JPNN.COM

jpnn.com, BALI - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho geram dengan aksi nekat warga asing mengambil dan mengunggah video kawah Gunung Agung, Bali.

Sebelumnya, ada masyarakat lokal yang menerobos zona larangan hingga ke puncak kawah kemudian mengunggah di media sosial. Nah, kali ini ada warga negara asing melalui akun Facebook "Karl Kaddouri" mengunggah video yang memperlihatkan kondisi kawah Gunung Agung. Video diunggah pada Jumat (6/10) dan menjadi viral di sosial media.

“Ini jelas pelanggaran,” tegasnya, Jumat (6/10). Meski sudah tahu berbahaya dan dilarang memasuki zona berbahaya dari Gunung Agung apalagi sampai ke puncak kawah, namun semua itu dilanggar.

“Sangat berbahaya karena bisa tiba-tiba terjadi letusan. Berbahaya bagi orang tersebut maupun bagi tim SAR jika terjadi letusan dan diketahui ada yang menjadi korban di puncak kawah,” sesal Sutopo.

Dari video kawah Gunung Agung, memang kondisinya seperti itu. Sudah ada rekahan dan asap keluar dari kawah hingga ketinggian 50-100 meter dengan tekanan rendah.

Keluarnya asap mengindikasikan adanya pemanasan ke permukaan. Ketebalannya asap menandakan bahwa proses degassing lebih intensif. Warna putih mengindikasikan adanya dominasi air (yang dipanaskan). Suara seperti pesawat mengindikasikan tekanan yang tinggi.

Air yang keluar ke kawah lewat lapangan solfatara mengindikasikan adanya gangguan hidrologis di bawah Gunung Agung akibat naiknya magma mendekati permukaan. “Artinya sangat berbahaya di dekat kawah Gunung Agung,” kata dia mengingatkan.

Sebelumnya, ada masyarakat yang nekat ke kawah Gunung Agung meski sudah dilarang. Mereka menggunakan logika spiritual. Selain itu juga ingin mendoakan agar gunung tidak meletus. Namun sayang, disebarluaskan ke media sosial sehingga menimbulkan keresahan masyarakat.

SHARES
loading...
loading...
Komentar