Bupati Ngapak

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Bupati Ngapak
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto/ilustrasi: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com - Logat Banyumas memang sangat khas. Banyak orang menganggapnya lucu.

Namun, Bupati Banyumas Achmad Husein tidak sedang melucu ketika meminta Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK memberi tahu dahulu sebelum melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Pernyataan itu diungkapkan Bupati Husein dalam pertemuan kepala daerah se-Jawa Tengah dengan KPK di Semarang (11/11). ‘’Kami semua takut kena OTT, Pak.

Karena itu sebelum melakukan OTT sebaiknya kami diberi tahu dahulu. Kalau sudah berubah tidak usah ditangkap, tetapi kalau tidak mau berubah baru ditangkap’’. Begitu kata Husein.

Pernyataan Husein itu viral dan bikin heboh. Bukan logat Husein yang khas yang bikin heboh, tetapi pernyataan itu dianggap lucu karena sangat kontradiktif dan tidak masuk logika. OTT adalah operasi senyap yang dilakukan secara rahasia, terencana, dan penangkapan dilakukan secara mendadak.

Kalau petugas KPK harus memberi tahu dahulu sebelum operasi, itu namanya bukan OTT, tetapi reality show untuk program TV ‘’Keciduk’’.

Korban program Keciduk pun tidak tahu dia bakal diciduk. Kalau OTT KPK diberitahukan dahulu pasti akan lebih lucu dibanding Keciduk. OTT kok janjian.

Husein tidak sedang melucu. Meski logat Banyumas-nya kental, dia serius dengan pernyataannya. Yang dia maksud adalah, sebaiknya KPK lebih mengedepankan proses pencegahan korupsi daripada penindakan.

KPK seharusnya malu oleh kepolosan Bupati Ngapak yang meminta komisi antirasuah itu memberi tahu dahulu sebelum OTT.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News