CropLife Indonesia Dukung Upaya Pertumbuhan dan Investasi di Sektor Pertanian

CropLife Indonesia Dukung Upaya Pertumbuhan dan Investasi di Sektor Pertanian
CropLife Indonesia, bersama stakeholder pertanian lainnya, menandatangani MOU Kerja sama dengan PVTPP untuk saling memberikan informasi standar perizinan di tingkat ASEAN, meningkatkan layanan perizinan pertanian, serta meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia. Foto: Dok CropLife

CropLife Indonesia, bersama stakeholder pertanian lainnya, menandatangani MOU Kerja sama dengan PVTPP untuk saling memberikan informasi standar perizinan di tingkat ASEAN, meningkatkan layanan perizinan pertanian, serta meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia.

"Di sini kita semua juga berkomitmen pada pengawasan terhadap penggunaan pestisida dan pengelolaan kemasan bekas pakai," ungkap Agung.

Dengan peran aktif CropLife Indonesia, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan asosiasi menjadi kunci dalam mewujudkan pertumbuhan dan investasi yang berkelanjutan di sektor pertanian Indonesia.

Kepala PVTPP, Leli Nuryati, dalam AIFE 2023 menyampaikan bahwa acara ini, dengan 1.000 peserta dari berbagai sektor, dilakukan secara daring dan luring (hybrid). Selain forum diskusi, terdapat pameran oleh perusahaan pertanian dengan hak PVT, produk pupuk, pestisida, serta layanan pembuatan NIB. "Tujuannya adalah mendorong partisipasi pemangku kepentingan, menciptakan iklim investasi yang kondusif, dan meningkatkan investasi di sektor pertanian," jelasnya.

Leli Nuryati menjelaskan, Pusat PVTPP melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Naskah Kesepakatan (NK) dengan sepuluh mitra, termasuk universitas, industri, dan petani. Kesepuluh mitra, seperti IPB University dan CropLife, bekerjasama dalam perlindungan varietas dan perizinan pertanian, sebagai strategi Kementan untuk meningkatkan pelayanan publik.

Iklim Investasi
Hadir dalam AIFE 2023 sekaligus membuka kegiatan, Plt Sekjen Kementan yang juga Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto menyebutkan, Kementan terus berupaya menarik minat para investor untuk melakukan investasi di sektor pertanian dengan kemudahan berusaha.

“Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan kemudahan berusaha. Pemangku kepentingan yang terlibat harus bersatu padu, saling mendukung, dan bekerja bersama-sama demi menciptakan lingkungan investasi yang kondusif di sektor pertanian,” tegasnya.

Investasi sektor pertanian disebut Prihasto terus meningkat. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kinerja investasi sektor selama tahun 2014-2022 melalui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tumbuh rata-rata sebesar 17,3% per tahun sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tumbuh 7,1% per tahun.

CropLife Indonesia turut mendukung dan mendorong akselerasi pertumbuhan dan investasi di sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News