Dadan Tri Yudianto Disebut Terima Rp 11 Miliar dari Main Kasus di MA

Dalam surat dakwaan, penerimaan uang itu tidak dijelaskan lebih lanjut.
Termasuk apakah Dadan membagi kepada pihak lain atau menikmatinya sendiri.
Meski demikian, dalam perkara itu, majelis hakim menyatakan Budiman bersalah dalam sidang putusan kasasi pada 4 April 2022.
Budiman dihukum penjara lima tahun. Sehari setelahnya Dadan menghubungi Yosep menyampaikan vonis sudah sesuai dengan permintaannya.
"Meskipun terdapat dissenting opinion dari Hakim Agung Prim Haryadi," ujar Wawan.
Dua Pengacara Theodorus Yosep Parera dan Eko Suparno didakwa menyuap dua Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh SGD 310 ribu. Pemberian uang itu lewat perantara.
Perantaranya yakni staf Gazalba, Redhy Novarisza, dua Hakim Yustisial Prasetio Nugroho dan Elly Tri Pangestu serta tiga pegawai negeri sipil (PNS) pada Kepaniteraan MA Desy Yustria, Nurmanto Akmal, dan Muhajir Habibie.
Uang dari Gazalba masuk melalui Desy, Nurmanto, Redhy dan Prasetyo. Totalnya yakni SGD 110 ribu.
Yosep dan Heryanto bertemu Dadan Tri Yudianto untuk membahas kasasi pidana nomor 326K/Pid/2022 atas nama Budiman Gandi Suparman.
- KPK Ingatkan Guru & Dosen: Gratifikasi Bukan Rezeki
- KPK Periksa Mantan Direktur LPEI Terkait Kasus Korupsi Fasilitas Kredit
- Usut Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PU Mempawah, KPK Sudah Tetapkan 3 Tersangka
- Ray Rangkuti Kritik Kinerja KPK, Kasus Hasto Dikejar, Tetapi Bobby Diundang Koordinasi
- KPK Periksa 3 Saksi Lagi untuk Kasus Cuci Uang Andhi Pramono
- Usut Korupsi Tol Trans-Sumatera, KPK Periksa Petinggi PT Indonesia Infrastructure Finance