Demokrat Guncang, Koalisi Retak

Demokrat Guncang, Koalisi Retak
Demokrat Guncang, Koalisi Retak
BANDUNG - Kasus Nazaruddin dinilai telah mengguncang internal Partai Demokrat. Kondisi partai penguasa yang seperti ini, dinilai pengamat berpengaruh besar pada soliditas partai pendukung pemerintah. Potensi perpecahan makin besar.

Pengamat Politik dari Universitas Khatolik Parahyangan (Unpar) Asep Warlan mengatakan, perpecahan bisa terjadi dalam waktu dekat ini. "Imbasnya, justru pada partai koalisi yang sudah dibangun. Saya yakin kader-kader politik pada partai tertentu akan mudah loncat dan pindah ke partai yang lebih aman dan nyaman," ujar Asep seperti diberitakan Bandung Ekspres (Grup JPNN).

Potensi terbesar loncat dari koalisi, katanya, adalah Golkar, PAN, dan PKS. "Ketiga partai ini makin mengukuhkan diri untuk berpaling dari partai penguasa. Sebab, ketiga partai tersebut mempunyai keberanian untuk pergi dan keluar dari koalisi yang sudah dibangun," terangnya.

Sementara, PPP dan PKB, katanya,  akan tetap bertahan dan tetap menjadi koalisi. "Kedua partai tersebut tidak berani berontak terhadap partai besar di pemerintahan," ujar Asep.

BANDUNG - Kasus Nazaruddin dinilai telah mengguncang internal Partai Demokrat. Kondisi partai penguasa yang seperti ini, dinilai pengamat berpengaruh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News