Demokrat Sedang Masa Transfer Window, Isyarat dari Mimpi SBY Menguat Lagi

Demokrat Sedang Masa Transfer Window, Isyarat dari Mimpi SBY Menguat Lagi
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Hinca IP Pandjaitan. Foto: arsip JPNN.com/Ricardo

SBY bermimpi pada suatu hari Pak Jokowi datang ke rumahnya di Cikeas untuk kemudian bersama-sama menjemput Megawati, lalu menuju ke Stasiun Gambir untuk bersama-sama naik Kereta Gajayana.

SBY dalam twitnya menyebut Presiden ke-8 RI telah membelikan tiket untuk mereka bertiga. Selanjutnya, mereka bertiga naik kereta yang sama sampai Jokowi turun di Solo, SBY pulang ke Pacitan, sedangkan Megawati meneruskan perjalanan ke Blitar untuk menyekar makam Bung Karno.

Twit itu pun memunculkan spekulasi soal rencana politik PD pada Pilpres 2023. Meski PD telah tergabung dengan KPP yang menjadi pengusung Anies Baswedan, spekulasi soal partai berlambang bintang berujung tiga itu bakal bekerja sama dengan PDIP kian mencuat.

Namun, kabar soal itu meredup karena PD memilih bertahan bersama KPP untuk mengusung Anies. PD bertahan bersama KPP setelah ada peluang besar soal AHY akan menjadi cawapres pendamping Anies di Pilpres 2024.

Walakin, PD akhirnya mencabut dukungannya untuk Anies setelah NasDem dan mantan gubernur DKI Jakarta itu menggandeng Muhaimin sebagai cawapres.

Spekulasi soal mimpi SBY itu pun muncul lagi. Menurut Hinca, siapa pun boleh bermimpi.

"Semua orang boleh punya mimpi dan karena mimpi bisa terjadi,” kata mantan sekjen PD itu.

Namun, kali ini Hinca merasa optimistis dengan langkah politik PD. Politikus berlatar belakang praktisi hukum itu meyakini akan ada kesepakatan antara PD dengan partai lain.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyebut saat ini parpolnya dalam masa transfer window atau jendela transfer.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News