Gelar Webinar, Pemuda Katolik Jabar Soroti Sejumlah Persoalan Termasuk Efektivitas Vaksinasi COVID-19

Gelar Webinar, Pemuda Katolik Jabar Soroti Sejumlah Persoalan Termasuk Efektivitas Vaksinasi COVID-19
Ketua Pemuda Katolik Komda Jabar Edi Silaban bersama para pembicara saat Webinar yang digelar Pemuda Katolik pada Kamis (29/7). Foto: Tangkapan layar

jpnn.com, BANDUNG - Pandemi Covid-19 memberikan tantangan besar yang berpengaruh nyata dalam berbagai sektor di antaranya sektor sosial, pariwisata, dan pendidikan.

Vaksinasi hadir sebagai langkah pemulihan dampak pandemi terhadap kehidupan masyarakat.

Ketua Pemuda Katolik Komda Jabar Edi Silaban mengatakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di tanah air digelar perdana oleh pemerintah pusat pada pertengahan Januari 2021.

Menurut Edi Silaban, dalam perjalanannya muncul berbagai problematika di tengah masyarakat dalam mengikuti program vaksin. Di antaranya heboh cairan vaksin tidak dimasukkan ke tubuh di Karawang, hoaks vaksinasi massal gratis, sentra vaksin yang sulit dijangkau, jatah vaksin yang kosong, sampai supply vaksin yang bertahap.

Problem lain, kurangnya sentra vaksin pada wilayah yang pasti terdapat mobilitas Regio Bogor dan Bekasi yang notabene merupakan masyarakat berkarakter komuter sebagai penyangga ibu kota negara.

Sementara Bandung sebagai jantung ibu kota yang cenderung tergerak mengikuti vaksinasi, ada pula Karawang dan Pantura sebagai kawasan industri dengan mobilitas industrial yang tinggi mestinya penurunan mobilitas yang sudah mencapai <10% dapat lebih ditekan lagi.

Edi Silaban mengatakan per 24 Juli 2021, Jawa Barat data realisasi vaksinasi baru mencapai 13 persen atau 5,1 juta jiwa. Muncul berbagai problematika di tengah masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi

“Capaian 13 persen vaksinasi di Jawa Barat masih jauh dari tujuan ‘herd immunity’. Di mana untuk mempercepat penurunan pandemi diperlukan cakupan imunisasi sebesar 70 persen agar ‘herd immunity’ segera tercapai efektivitasnya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun” ujar Edi saat Webinar pada Kamis (29/7/2021).

Pandemi Covid-19 memberikan tantangan besar yang berpengaruh nyata dalam berbagai sektor di antaranya sektor sosial, pariwisata, dan pendidikan.