Hindari Teori Konspirasi Pendukung Prabowo, Kasus HAM Harus Tuntas

Hindari Teori Konspirasi Pendukung Prabowo, Kasus HAM Harus Tuntas
Hindari Teori Konspirasi Pendukung Prabowo, Kasus HAM Harus Tuntas

jpnn.com - JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi menyatakan bahwa isu dugaan pelanggaran hak asasi manusia akan terus menjadi beban bagi Prabowo Subianto yang kini menyandang status calon presiden. Bahkan, kasus HAM yang tidak dituntaskan bisa menjadi bola liar seandainya Prabowo kelak terpilih menjadi presiden.

Hal itu dikatakan Airlangga, Rabu (25/6), menanggapi isu berbau teori konspirasi bahwa bila Prabowo terpilih maka isu HAM akan dimainkan untuk menurunkan mantan Danjen Kopassus itu dari kursi presiden untuk menaikkan Hatta Rajasa. Kemudian, posisi wakil presiden akan diisi calon dari Golkar atau Demokrat.

Menurut Airlangga, agar isu berbau teori konspirasi itu tak terus berkembang maka harus ada kemauan dari siapapun yang terpilih nanti untuk menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran HAM di masa lalu. Menurutnya, kubu Prabowo harus siap menghadapi itu, termasuk bila kelak terpilih nanti menjadi presiden.

 "Nah kepentingan warga saat ini adalah bagaimana memilih pemimpin yang pada masa depan dapat memajukan persoalan HAM sebagai agenda pemerintah krusial dan tidak menjadikannya  sebagai permainan politik," kata Airlangga.

Karenanya, lanjut Airlangga, kubu Prabowo juga tak perlu alergi bila kasus dugaan pelanggaran HAM terus digulirkan. Sebab, seorang pemimpin harus tak punya beban sejarah.   "Untuk itu, sangat penting pemimpin itu haruslah sosok yang otentik dalam arti tidak memiliki persoalan HAM dalam dirinya sendiri," kata dia.

Menurutnya, bila seorang pemimpin masih punya persoalan, seperti persoalan HAM maka akan terus dibebani. Bahkan  bisa menjadi bola liar  yang akan disambar lawan politik maupun kawan koalisi.

“Kasus Century menjadi contoh yang paling nyata. Karena kasus Century, pemerintahan SBY jadi bulan-bulanan,” pungkasnya.(boy/jpnn)


JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi menyatakan bahwa isu dugaan pelanggaran hak asasi manusia akan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News