Ingin Menang, Jangan Sembarangan Bikin Slogan

Ingin Menang, Jangan Sembarangan Bikin Slogan
Hingdranata Nikolay. Foto: Soetomo Samsu
Untuk slogan Syamsul itu, kekuatannya bukan pada kata "tidak", tapi pada kata "lapar", "bodoh", dan "sakit". "Karena menurut Hing, otak manusia cenderung tidak memproses kata "tidak".

"Buktinya, bila ada kalimat "tidak boleh merokok di sini", tetap saja orang pada merokok di dekat kalimat yang ditempel di situ. Tidak boleh kencing di sini, malah kencing di situ," ujar Hing, panggilan akrab pria kelahiran Maumere, Flores, 22 Desember 1972 itu, kepada JPNN di Jakarta, Sabtu (9/6).

NLP sendiri tergolong sebuah "ilmu" yang relatif baru diperkenalkan di Indonesia. Lebih tepatnya, saat ini hanya sedikit publik Indonesia yang mengenalnya. Menurut Hing, orang yang sudah menguasai ilmu NLP akan memaknai sebuah kalimat dari kata per katanya.

"Bukan langsung memaknai satu kalimat itu. Sehingga, orang yang menguasai ilmu ini, dia akan pandai berdebat, dan tidak mudah dipengaruhi orang lain. Sebaliknya, dia pintar mempengaruhi orang lain," urai peraih gelar Master Trainer di bidangnya itu, pada 19 Maret 2012 di Orlando, USA. Hing merupakan orang pertama di Indonesia, bahkan Asia Tenggara yang sudah sampai pada level kehormatan itu.

HAMPIR semua calon kepala daerah mengusung slogan tertentu saat kampanye. Kalimat slogan sering kali menggunakan susunan kata yang kaku, normatif,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News