Ini Manfaat Penting Storytelling Untuk Perkembangan Karakter Anak

Ini Manfaat Penting Storytelling Untuk Perkembangan Karakter Anak
Tanoto Foundation. Foto: dok. TF

jpnn.com - Tanoto Foundation mengadakan diskusi bertema Manfaat Storytelling Untuk Perkembangan Karakter Anak pada Rabu, (30/9) secara daring. Acara ini sekaligus sebagai bentuk dukungan bagi pemerintah dalam mewujudkan anak-anak Indonesia yang cerdas.

Eddy Hendry, Head of Early Childhood Education and Development Tanoto Foundation mengatakan bicara soal literasi sebenarnya bukan hanya kemampuan membaca  tetapi juga memahami membaca.

"Saat ini belum banyak diterapkan kebiasaan membaca di usia dini. Apalagi sekarang anak-anak lebih akrab dengan gadget, dan kebiasan mendongeng juga berkurang. Kami ingin ada gerakan literasi Indonesia Cinta Membaca, memastikan agar anak-anak punya kebiasaan membaca usia dini," ujar Eddy.

Salah satu kegiatan Indonesia Cinta Membaca adalah dengan mengadakan kompetisi membaca, di mana membaca bisa menjadi kebiasaan yang menyenangkan.

“Tujuan utama kami adalah ingin setiap anak mencapai potensi penuh belajar mereka dan ini selaras dengan dukungan kami pada pemerintah untuk menekan angka stunting. Bicara stunting bukan soal gizi saja tapi juga aktifnya pola asuh dan kualitas pengasuhan orangtua dan di sekolah,” jelas Eddy.

Menurut Eddy, membaca adalah salah satu stimulasi untuk memaksimalkan perkembangan otak anak. Di negara-negara maju, minat baca sudah dimulai jauh sebelum mereka bisa membaca. 

Hasilnya, anak-anak yang suka membaca tidak memiliki kesulitan ketika bersekolah. Sebaliknya, anak yang tidak suka membaca ternyata dikaitkan dengan tingkat kriminalitas yang cenderung lebih tinggi ketika mereka dewasa.

Satria Dharma, penggagas Gerakan Literasi Sekolah menambahan perlu adanya kesadaran akan pentingnya penguasaan literasi membaca sejak dini oleh semua pihak.

“Reading is the heart of education. Anak yang tiap hari sekolah tapi tidak membaca, sebenarnya dia tidak mendapat pendidikan. Tidak ada gunanya guru berbicara dan mengajar setiap hari, karena dengan hanya mendangar maka anak-anak tidak mendapat pendidikan,” serunya.

Saat ini belum banyak diterapkan kebiasaan membaca di usia dini, apalagi sekarang anak-anak lebih akrab dengan gadget dan kebiasan mendongeng juga berkurang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News